8 Risiko Mainan Anak yang Harus Diwaspadai Orang Tua

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mainan anak. shutterstock.com

    Ilustrasi mainan anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, JakartaMainan anak dari tahun ke tahun selalu mengikuti perkembangan zaman. Dari mainan tradisonal hingga mainan berbasis teknologi seperti mainan Virtual Reality. Apalagi pada era modern saat ini, sebagian besar anak-anak telah menggunakan gadget sebagai mainannya.

    Baca: Mainan vs Televisi, Mana yang Lebih Baik untuk Anak Balita?

    Johan S.Tandanu Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Mainan Indonesia (APMI) mengatakan untuk menunjang proses belajar pada anak, orang tua harus dapat benar-benar memperhatikan mainan kepada anak, jangan biarkan anak terlalu lama terpapar gadget.

    Mainan edukatif berbentuk fisik menurutnya masih sangat diperlukan untuk merangsang anak belajar bentuk secara nyata dan merasakannya dalam genggaman. Selain itu, sambungnya, mainan edukasi berbentuk fisik juga akan membantu anak untuk melatih motorik dan membantunya untuk mudah berkonsentrasi dan memecahkan masalah.

    Johan mengatakan, dalam memilih mainan untuk anak, unsur keamanan dan kesehatan juga menjadi sangat penting. Karena itu, sambungnya, perlu bagi orang tua untuk memperhatikan Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam memilih mainan. Memilih mainan sesuai standar ini dinilai penting karena terdapat risiko pada mainan yang kerap tidak disadari oleh masyarakat umum.

    Baca: Bocah di Cina Mulai Bermain dengan Mainan Kecerdasan Buatan

    Risiko yang dapat ditimbulkan dari mainan yang tidak sesuai standar, di antaranya bahaya pendengaran, tersedak, terjerat, tergores, terjatuh, terjepit, tersetrum, hingga bahaya unsur kimia. “Sebagai orang tua yang pintar, mari kita pilih mainan edukasi yang memiliki SNI mainan untuk keselamatan anak kita dalam bermain,” ujarnya.

    Ilustrasi anak merapihkan mainan. amazon.com

    Melihat besarnya peluang kebutuhan perlengkapan bayi, anak, dan ibu hamil tersebut, Reed Panorama Exhibition menghadirkan wadah yang mempertemukan langsung para produsen, distributor, dan buyer dalam acara Indonsia Martenity Baby and Kids Expo (Imbex). Maria Achti, Asisstant Project Director Reed Panorama Exhibitions mengatakan dalam gelaran Ike-10 Imbex ini, pihaknya membidik transaksi sebesar Rp33 miliar selama 3 hari penyelenggaraan mulai 30 November hingga 2 Desember 2018.

    Angka tersebut naik 10 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 30 miliar. Peningakat tersebut didukung oleh penambahan lahan pameran sebanyak tiga hall. Begitu pula dengan jumlah peserta yang meningkat menjadi 250 perusahaan dengan lebih dari 500 merek.

    Baca: Bermain Buat Anak Menyegarkan Pikiran dan Proses Belajar

    Perusahaan tersebut berasal dari dalam maupun luar negeri. Misalnya saja Tiongkok, Taiwan, Jepang, dan Korea. Seiring dengan itu, kenaikan pengunjung pun akan terjadi. "Apabila tahun lalu pengunjung tercatat sebanyak 37.000 orang, tahun ini kami optimistis akan mencapai angka pengunjung sebanyak 40.000 orang," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).