Dikenal Sejak Dinasti Zhou, Ini Kisah Awal Nama Teh Disebut

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi teh. Sanjit Das/Bloomberg via Getty Images

    Ilustrasi teh. Sanjit Das/Bloomberg via Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta -  Teh yang jadi salah satu minuman pelepas dahaga sehari-hari ternyata memiliki asal usul yang panjang. Pada dinasti Zhou (1115 Sebelum Masehi), teh sudah dikenal sebagai ramuan obat. Namun ketika itu minuman tersebut belum memiliki nama resmi.


    Baca juga: 6 Fungsi Teh untuk Kesehatan, Jangan Lupa 3 Cangkir Setiap Hari

    Praktisi teh Prawoto Indarto menjelaskan teh baru dieja secara lisan sebagai "jia" pada Dinasti Han (206 SM - 220 SM). "Jia" memiliki arti "minuman dengan rasa pahit".

    "Pada masa itu, teh jadi minuman nasional di Cina," kata Prawoto dalam diskusi “Cerita Teh Nusantara, Dulu dan Sekarang“ di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, Minggu.
    Ilustrasi minuman teh. TEMPO/ Nita Dian
    Ketika tiba masa Dinasti Tang, teh disebut sebagai "cha". Saat itu, teh berkembang di biara Zen Budha, tempat pendeta Jepang belajar seputar teh. Mereka kemudian membawa tradisi teh ke Jepang.

    Itulah mengapa istilah "cha" masih familier di Negeri Sakura. Contohnya, tradisi minum teh bangsa Jepang dikenal sebagai Cha No Yu.

    Bangsa Eropa memiliki peran mempopulerkan istilah "teh" yang kini dikenal di Indonesia. Prawoto mengemukakan, "cha" dalam dialek Fujian dilafalkan sebagai Tey. 

    Istilah ini berubah menjadi "Tee" ketika bangsa Portugis datang ke sana, kemudian bangsa Inggris menyebutnya sebagai "tea", bangsa Belanda melafalkannya menjadi "Thee" dan akhirnya disebut di Indonesia sebagai "Teh".

    Dari Cina, teh menyebar ke banyak tempat termasuk ke Indonesia yang kini memiliki 50 ragam teh.

    Baca juga: Perut Langsing dengan Teh Putih? Cek Risetnya Dulu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekam Jejak Sembilan Anggota Pansel KPK

    Presiden Joko Widodo memilih sembilan nama anggota Panitia Seleksi Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel KPK, Jumat, 17 Mei 2019.