Anak Muda, Yuk Jadi Pengusaha Industri Kreatif dan Kerajinan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo tampil dalam peragaan busana Batik for The World-Menuju 1.000 Kain di Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Perhelatan <i>fashion show</i> kerja sama antara Bank Mandiri dan perancang busana Oscar Lawalata itu merupakan upaya pengembangan industri kreatif berbasis batik dan tenun hasil kreasi perajin binaan Rumah Kreatif BUMN. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo tampil dalam peragaan busana Batik for The World-Menuju 1.000 Kain di Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2018. Perhelatan fashion show kerja sama antara Bank Mandiri dan perancang busana Oscar Lawalata itu merupakan upaya pengembangan industri kreatif berbasis batik dan tenun hasil kreasi perajin binaan Rumah Kreatif BUMN. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Generasi Muda Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong generasi muda menjadi pengusaha di bidang industri kreatif, khususnya sektor fashion dan kerajinan, karena potensi bonus demografi yang besar di Indonesia. "Yang muda ini harus kami beri wadah untuk menunjukkan potensi mereka," kata Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih ketika menghadiri Indonesia Fashion and Craft Awards (IFCA) di Denpasar, Bali, Senin 26 November 2018.

    Baca: Aktivitas Jokowi di Hari Pahlawan: Naik Ontel - Kumpul Milenial

    Menurut dia, IFCA merupakan panggung bagi talenta muda Indonesia untuk menunjukkan kreasi dan inovasinya khususnya bidang fesyen dan kerajinan yang diselenggarakan sejak tahun 2015. Ia mengharapkan ajang tersebut memberi bekal bagi generasi muda untuk menata masa depan mengingat era ketidakpastian dan persaingan yang semakin ketat.

    Untuk itu, mulai tahun ini pihaknya memfasilitasi para juara IFCA 2015-2018 akan dipertemukan langsung dengan IKM agar desain produk mereka dapat diproduksi massal. Pemerintah akan memberikan pendampingan kepada industri untuk memastikan agar produk yang dibuat sesuai dengan desain atau inovasi dari desainer tersebut.

    Menurut Gati, proses koordinasi antara desainer dengan pelaku IKM yang memerlukan biaya juga akan difasilitasi pemerintah. "Apabila diproduksi massal, pemerintah akan memfasilitasi akses permodalan dengan menggandeng Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) agar mereka mendapatkan prioritas dalam mendapatkan pembiayaan," kata Gati memberikan kemudahan anak muda berkarier di bidang industri kreatif.

    Untuk pemasaran, pihaknya juga telah bekerja sama dengan sejumlah pusat belanja dalam jaringan (daring) atau online sehingga produk dapat langsung dilihat pasar.

    Ekonomi kreatif merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia. Berdasarkan data pada 2016 sektor tersebut menyumbang Rp922,59 triliun bagi pendapatan domestik bruto atau tumbuh 4,95 persen jika dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ekspor ekonomi kreatif tahun 2016 mencapai US 20 miliar dolar dan berkontribusi sebesar 13,7 persen terhadap ekspor nasional. Tahun 2016, kontribusi ekspor fesyen sebesar 54,54 persen dan kerajinan 39 persen dari total ekspor ekonomi kreatif.

    Meski kinerja sektor tersebut tergolong besar namun berdasarkan data statistik dan survei ekonomi kreatif BPS dan Bekraf 2017, sebanyak 78,5 persen pengusaha ekonomi kreatif berada pada rentang usia 30-59 tahun. Sementara itu, pengusaha muda di bawah usia 30 tahun di sektor ekonomi kreatif jumlahnya masih relatif sedikit yakni sekitar 10,6 persen.

    Baca: Cerita Bos Tokopedia Ihwal 30 Kreator dan UMKM di MakerFest 2018

    Untuk menjawab tantangan itu, Ditjen IKM tahun ini kembali melaksanakan IFCA yang diikuti 182 peserta dari sejumlah perguruan tinggi di Tanah Air. Setelah melalui penilaian dewan juri independen, terpilih enam pemenang yang terdiri dari tiga besar terbaik dan tiga juara harapan. Selain akan difasilitasi pemerintah, enam desainer terbaik itu juga akan diterbangkan ke Taiwan untuk mengikuti lokakarya desain untuk meningkatkan kapasitas dan wawasan mereka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.