Senin, 17 Desember 2018

Bedanya Masalah Gigi Berlubang Orang Kota dan Daerah

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peng0obatan gigi. shutterstock.com

    Ilustrasi peng0obatan gigi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyakit gigi dan mulut dirasakan semua kalangan. Dari mulai orang tua atau muda. Masyarakat urban dan masyarakat daerah pun mengalami masalah penyakit gigi ini. Dokter gigi Bambang Nursasongko, dari Ikatan Konservasi Gigi Indonesia, Universitas Indonesia, Jakarta Pusat mengatakan ada perbedaan faktor antara para penderita penyakit gigi dan mulut yang dialami masyarakat daerah dan warga urban. "Penyakit gigi dan mulut kalau belum parah tidak akan terasa. Di daerah banyak masalah gusi karena kebersihan mulut kurang terjaga. Di kota besar gigi berlubang jumlahnya banyak karena makan makanan mengandung gula," katanya di Jakarta, Selasa 27 November 2018.

    Baca: 4 Cara Mudah Putihkan Gigi dengan Bahan Alami, Kunyit

    Bambang menambahkan, kesalahan perawatan yang dilakukan orang pun bisa membuat gigi berlubang hingga masalah gusi. "Masalah gusi terjadi antara lain karena masalah kebersihan mulut, infeksi gusi, karang gigi tidak dibersihkan bertahun-tahun," kata Bambang.

    Gigi berlubang bisa menyebabkan masalah kesehatan pada anggota tubuh lainnya, termasuk jantung. Kondisi ini terjadi jika kuman yang berasal dari gigi berlubang sudah sampai ke saraf gigi lalu menjalar ke organ tubuh lain, seperti jantung. "Menyebabkan masalah jantung kalau kuman (di gigi berlubang) sampai ke saraf. Kalau sampai ke saraf, ada pembuluh darah, kuman masuk, jalan ke jantung dan tempat pembuluh darah," kata.

    "Kalau kumannya belum sampai ke saraf, masih di jaringan keras tidak menyebabkan penjalaran penyakit," katanya Bambang.

    Bila gigi yang berlubang sudah mencapai pulpa atau saraf, penambalan gigi yang selama ini menjadi prosedur penanganan gigi berlubang, tak lagi berfungsi. Ibarat tembok, lubang yang terdapat di sana bahkan sudah tak bisa ditutup lagi. "Kalau sudah sampai pulpa, pulpa harus dibuang. Pasien dirawat dengan perawatan yang namanya saluran akar. Gigi yang sudah kehilangan saraf sama seperti tangan yang sudah tidak peka lagi (sensitif)," kata Bambang.

    Baca: Bedanya Tukang Gigi dan Dokter Gigi, Ini Kata PDGI

    Agar gigi tak sampai berlubang, perawatan gigi yang benar menjadi prosedur yang wajib Anda lakukan. Mulai dari rajin berkumur menggunakan air, menyikat gigi rutin dua kali sehari hingga membersihkan karang gigi 6 bulan - 1 tahun sekali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.