Rabu, 19 Desember 2018

Jika Jenazah Tidak Teridentifikasi, Apa Langkah Selanjutnya?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada proses identifikasi jenazah korban bencana massal ada kalanya data postmortem korban bencana tidak dapat teridentifikasi karena kurangnya data antemortem atau tidak ada anggota keluarga yang hadir.

    Baca: Terlalu Cinta, Pria India Simpan Jenazah Ayahnya Selama 6 Bulan

    Apabila kondisi tersebut terjadi maka pihak rumah sakit dan tim forensik disaster victim investigation (DVI) akan memperlakukan data postmortem tersebut selayaknya data korban yang sudah teridentifikasi. "Semisal sampai selesainya operasi tidak ada keluarganya maka akan tetap diperlakukan sebagaimana mestinya, akan kami makamkan, itu yang selama ini terjadi," tutur dokter spesialis forensik Fitri Ambar Sari.

    Dia menjelaskan apabila semua sampel postmortem sudah diambil dan terdata. Maka data postmortem tersebut akan disimpan di dalam freezer khusus yang sudah tersedia. Oleh karena itu, Fitri mengatakan data antemortem di terduga korban sangat penting untuk mempercepat proses identifikasi si terduga korban.

    "Namun ternyata pada proses ditemukan bahwa data antemortem yang tidak cocok dengan data postmortem atau DNA yang ada maka diputuskan seberapa lama akan disimpan di potongan tubuh tersebut, karena tidak mungkin disimpan selamanya," katanya.

    Namun dari tim forensik sendiri tetap memberikan identitas pada sampel postmortem tersebut seperti pemberian nomor dan sebagainya. "Jadi, sewaktu-waktu apabila ada data antemortem yang cocok kita bisa tunjukkan kepada keluarganya, ini korban sudah dimakamkan di sini," katanya.

    Data postmortem adalah data-data fisik korban atau jenazah yang didapatkan melalui identifikasi personal setelah korban meninggal. Data ini terdiri atas sidik jari, golongan darah, konstruksi gigi, dan foto diri atau bagian tubuh korban pada saat ditemukan.

    Sementara itu, data antemortem adalah data-data fisik khusus yang dimiliki korban semasa hidup. Data ini bisa berupa pakaian, aksesoris atau barang-barang yang melekat di tubuh korban untuk terakhir kalinya, barang bawaan, tanda lahir, tato, bekas luka atau operasi, cacat tubuh, foto diri berat dan tinggi badan serta sampel DNA.

    Baca: DVI: 125 Jasad Teridentifikasi Mewakili Penumpang Lion Air JT 610

    Data antemortem biasanya didapatkan dari pihak keluarga korban ataupun instansi tempat korban bekerja. Ardhian melanjutkan pendataan untuk data postmortem korban bencana massal biasanya lebih mudah untuk dilakukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.