Senin, 17 Desember 2018

Hari AIDS Sedunia: Tak Semua Tahu Cara Penularan HIV, Anda juga?

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga India berjalan melewati patung pasir berbentuk pita merah sebagai simbol HIV/AIDS yang dibuat oleh seniman pasir Sudarsan Pattnaik, di pantai Puri, Bhubaneswar, India, 30 November 2014. 1 Desember diperingati dunia sebagai Hari AIDS Sedunia. AFP/ASIT KUMAR

    Warga India berjalan melewati patung pasir berbentuk pita merah sebagai simbol HIV/AIDS yang dibuat oleh seniman pasir Sudarsan Pattnaik, di pantai Puri, Bhubaneswar, India, 30 November 2014. 1 Desember diperingati dunia sebagai Hari AIDS Sedunia. AFP/ASIT KUMAR

    TEMPO.CO, Jakarta -  Di Hari AIDS Sedunia, pakar menilai stigma masyarakat Indonesia terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) muncul karena sebagian besar belum memahami cara penularan penyakit tersebut.

    Baca juga: Masih Banyak yang Salah Kaprah, Ini Bedanya HIV dan AIDS

    Pakar hematologi Prof Zubairi Djoerban SpPD, KHOM mengatakan di Jakarta, Rabu, menerangkan stigmasi negatif terhadap ODHA hingga saat ini masih terjadi di masyarakat.

    Dia mencontohkan kejadian penolakan sekolah terhadap tiga anak ODHA yang terjadi beberapa waktu lalu di Samosir Sumatera Utara dan di penolakan rumah singgah khusus anak dengan ODHA di Solo Jawa Tengah pada tahun lalu.

    "Sikap yang salah ini bukan karena orang-orang yang jahat, bukan karena gurunya, kepala sekolahnya, kesalahannya karena mereka belum paham cara penularan HIV," kata Zubairi.
    Seorang sukarelawan menampilkan banner untuk mempromosikan kesadaran atas virus HIV/AIDS dalam kampanye memperingati Hari HIV/AIDS Sedunia di pusat kota Kuala Lumpur, Malaysia, (1/12). (AP Photo/Lai Seng Sin)
    Pada Oktober lalu dikabarkan tiga anak dengan ODHA ditolak di sejumlah sekolah di Kabupaten Samosir karena orang tua murid lainnya khawatir tertular kepada anak lain.

    Padahal penularan HIV hanya terjadi dengan tiga cara, yaitu hubungan seksual, pertukaran atau kontaminasi darah seperti dalam penggunaan jarum suntik bersamaan, dan secara vertikal yang diturunkan dari ibu kepada anak.

    Di luar dari itu, seperti anggapan masyarakat bahwa virus HIV bisa menular lewat bersentuhan, bersin, atau penggunaan barang yang sama adalah tidak benar.

    Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 hanya 1 persen masyarakat yang memiliki pengetahuan tentang HIV keseluruhan secara umum, cara penularan dan pencegahannya, serta cara pemeriksaannya.

    Sekitar 31,8 persen mengetahui sebagian, 65,2 persen hanya mendapatkan informasi yang tidak lengkap tentang HIV, 2 persen tidak memiliki pengetahuan tentang HIV/AIDS.

    Pemahaman masyarakat yang masih rendah terhadap HIV/AIDS inilah yang menimbulkan diskriminasi terhadap ODHA dari masyarakat umum.

    Baca juga: HIV/AIDS Ditularkan Lewat Gunting Cukur, Fakta atau Mitos?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.