Senin, 17 Desember 2018

Pasta Gigi, yang Berbusa atau Tidak? Ini Penjelasan Dokternya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sikat gigi dan odol (pixabay.com)

    sikat gigi dan odol (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pasta dan sikat gigi salah satu kebutuhan penting saat mandi. Ikatan Dokter Indonesia merekomendasikan masyarakat menyikat gigi minimal dua kali yakni, sehabis makan dan sebelum tidur.

    Baca juga: Seberapa Parah Gula Bisa Membuat Gigi Berlubang?

    Bagaimana memilih pasta gigi yang kini sudah banyak ragamnya di pasaran ini? Apakah benar, saat menggosok gigi, semakin melimpah busanya, makin yakin bahwa gigi dan gusi sudah bersih? Drg. Bambang Nursasongko, Sp.KG(K) dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, menyatakan hal itu tidak sepenuhnya benar.

    "Sama seperti mencuci kalau busanya belum banyak, kita merasa belum bersih. Lalu kita tambah deterjen dengan harapan busa makin melimpah dan bersih. Apakah banyak busa itu menjamin baju jadi bersih? Belum tentu. Yang ada, limbah yang dihasilkan makin melimpah. Perhatikan iklan sabun cuci piring, cara mengecek kebersihan piring setelah dicuci yakni dengan menyapukan telunjuk ke piring itu. Kalau keset dan tidak licin, maka piring sudah bersih," papar Bambang.

    Begitu pula dengan menyikat gigi. Yang penting pasta gigi sudah diaplikasikan ke seluruh gigi menggunakan sikat. "Tuhan memberi kita lidah, kita bisa menyapukan lidah ke gigi setelah disikat. Kalau terasa keset sebenarnya gigi kita sudah bersih," urai Bambang kepada tabloidbintang.com.

    TABLOIDBINTANG.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.