Jangan Menggunakan Hewan pada Pesta Pernikahan, Ini Alasannya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Cuitan PETA India soal efek penggunaan hewan di cara pernikahan (twitter @PetaIndia)

    Cuitan PETA India soal efek penggunaan hewan di cara pernikahan (twitter @PetaIndia)

    TEMPO.CO, Jakarta - Heboh protes pecinta hewan yang tergabung dalam PETA terhadap pesta pernikahan Nick Jonas dan Priyanka membuat orang bertanya-tanya, apa efek hewan pada sebuah acara pernikahan?

    Baca juga: Hati-hati Gunakan Hewan di Acara Pernikahan, Tilik Protes Ini

    Berikut ini PETA (the People for the Ethical Treatment of Animals) India kembali mencuit alasannya. Disebutkan bahwa kuda sangat sensisif terhadap kebisingan. Padahal upacara pernikahan itu pasti tak lepas dari bunyi-bunyian. Dari kerumunan orang, bunyi petasan, hingga musik dengan suara keras.

    Berikut cuitan lengkapnya yang diunggah 18 jam lalu (saat tulisan ini dibuat): Kuda sangat peka terhadap suara. Kerumunan manusia yang bersemangat , suara petasan, dan musik pada pesta pernikahan mengganggu hewan-hewan tersebut. Suara riuh dari pesta pernikahan bisa mengganggu pendengaran sensitif hewan dan membuat panik mereka, bahkan bisa memicu kecelakaan. Bantu dengan berjanji untuk tidak akan menggunakan kuda pada kegiatan seperti dalam pesta pernikahan tersebut.

    Unggahan tersebut juga menyertakan montase foto kuda yang hidup di alam liar dan kuda yang dihiasi asesoris dalam sebuah pesta.

    Dalam keterangan lainnya, petaindia.com juga menyebutkan bahwa pemasangan asesoris pada kuda bisa menimbulkan lesi, perdarahan dan rasa sakit , bahkan luka permanen pada hewan tersebut. Belum lagi efek lain yang muncul akibat penggunaan cambuk saat melatih mereka sebelum acara untuk memaksa mereka menari, atau menahan mereka dari kepanikan karena berada di antara kerumunan dan suara keras.

    Di acara pesta semacam pernikahan, agar tak bergerak liar, kuda-kuda juga sering terkurung di tempat-tempat kotor yang penuh dengan lalat yang menggigit dan menyiksa mereka. Kaki belakang mereka sering terus tertambat, kadang-kadang membatasi mobilitas sehingga hewan tersebut tidak dapat berputar atau bahkan berbaring dengan nyaman.

    Baca juga: Apa Itu Upacara Sangeet di Pernikahan Priyanka dan Nick Jonas?

    TWITTER | PETAINDIA.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.