Senin, 17 Desember 2018

Kata Siapa Bikin Skenario Film Komedi Tak Serius? Intip Buktinya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi menonton film. annasasiangrill.com

    Ilustrasi menonton film. annasasiangrill.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jangan pernah menyangka hal-hal lucu berbau komedi direncanakan dengan cara yang tidak serius. Justru, yang terjadi malah sebaliknya. Perlu usaha sangat serius untuk menciptakan kelucuan, misalnya dalam membuat skenario film komedi.

    Baca juga: Berapa Penghasilan di Dunia Komedi ? Untuk Sendiri? Lebih!

    Menguji tingkat kelucuan, memberikan perspektif baru terhadap lelucon serta mengoreksi diksi pada skenario lawak merupakan beberapa tugas konsultan komedi guna memastikan film tersebut dapat mengocok perut penonton.

    Muhadkly Acho yang akrab disapa Acho, sebagai konsultan komedi memastikan bahwa membuat hal yang lucu harus melalui proses yang begitu serius.

    Dalam film Milly & Mamet, Acho bertanggung jawab memastikan bahwa komedi yang disampaikan dapat dimengerti penonton dan tentunya mengundang tawa.

    Penggunaan konsultan komedi pada film-film garapan Ernest Prakasa sudah menjadi keharusan.

    Selaku sutradara, penulis skenario sekaligus pemain, Ernest juga memerlukan pandangan orang lain agar komedi yang disampaikan tidak terkesan "garing".

    "Memang seserius itu bikin becandaan. Orang lihatnya komedi doang ngapain serius, ini hal paling serius yang dilakukan selama ini, bikin penonton bisa tertawa bukan pekerjaan mudah dan bukan pekerjaan satu orang," kata Acho kepada Antara dalam media visit film Milly & Mamet, di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

    "Kadang penulis skenario ngerasa lucu, pas dicoba ke aktor ternyata enggak kena, harus ganti diksi atau timing, tempo supaya pas," kata Acho.

    Menurut komedian tunggal ini, membuat film komedi lebih susah dan rumit dibandingkan dengan drama. Harus ada rumusan serta racikan yang pas agar tidak berlebihan ataupun kurang greget dalam leluconnya.

    "Masalah bikin komedi bukan sesimpel bikin drama. Kalau drama, kurang sampai emosionalnya, orang enggak akan marah kayak bilang dramanya kurang. Pas ditanya kalau enggak dapet paling bilang biasa aja. Kalau komedi, komedinya enggak lucu, orang bisa kesal atau marah karena lihat scene komedi enggak lucu, bisa "ih garing" makanya harus hati-hati banget," jelas Acho.

    Untuk mematangkan skenario, film ini membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 bulan.

    Bahkan, perbaikan terus dilakukan sampai mendapat formula yang tepat agar ketika syuting tidak ada lagi improvisasi.

    "Reading, latihan dan dilihat hasilnya, joke yang ini kena di aktor yang mana. Dilihat mana yang kurang, mana dialog yang harus ada perbaikan, diksinya yang lebih komedi dikembangkan terus sampai draft terakhir. Tujuannya ketika syuting enggak ada lagi improve, kalau ada ide dari aktor bisa dikeluarkan saat reading," ujar Acho.

    Milly & Mamet merupakan film bergenre drama komedi arahan Ernest Prakasa. Film ini adalah spin-off dari Ada Apa Dengan Cinta yang menceritakan kehidupan Milly dan Mamet.

    Film tersebut dibintangi Dennis Adhiswara, Sissy Priscillia, Julie Estelle, Eva Celia, serta penampilan khusus dari Genk Cinta. Milly & Mamet akan tayang di bioskop mulai 20 Desember 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.