Senin, 17 Desember 2018

Daging Kepiting Bisa Cegah Kanker Prostat, Tilik Cara Kerjanya

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kepiting woku. shutterstock.com

    Ilustrasi kepiting woku. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepiting adalah salah satu makanan laut yang memiliki banyak penggemar, karena selain lezat, daging kepiting juga memiliki manfaat kesehatan.

    Baca juga: Nikmatnya Aroma Petai dalam Kepiting Bakar

    Ahli gizi menyarankan setidaknya mengkonsumsi daging kepiting dua atau tiga kali seminggu. Penelitian juga mengungkapkan bahwa daging kepiting membuat Anda terlindung dari penyakit jantung kronis dan memberikan energi untuk tubuh. Tak hanya itu, daging kepiting juga memiliki manfaat kesehatan lain seperti yang akan dibahas berikut ini, seperti dilansir Boldsky, Rabu.


    1. Menurunkan berat badan
    Daging kepiting sangat rendah kalori dan hanya mengandung sekira 1,5 gram lemak. Ini menjadikan daging kepiting sebagai pilihan sempurna untuk mereka yang sedang diet.


    2. Meningkatkan penglihatan
    Kepiting adalah sumber vitamin A yang dikenal bagus untuk kesehatan mata. Vitamin A mengandung senyawa organik seperti retinol, retina, asam retinoat, dan beta-karoten yang berkontribusi terhadap kesehatan mata dengan memainkan peran utama dalam siklus visual dan mencegah degenerasi makula dan katarak.


    3. Mencegah kerusakan selenium
     
    Selenium adalah mineral penting yang banyak ditemukan dalam daging kepiting. Ini membantu mencegah sel dan jaringan dari kerusakan potensial yang disebabkan oleh radikal bebas. Selenium juga bekerja dengan memainkan peran penting dalam berfungsinya hormon tiroid dengan melindungi kelenjar tiroid terhadap kerusakan oksidatif sehingga membantu dalam produksi hormon tiroid.

    Selanjutnya, bagaimana daging kepiting bisa melindungi jantung dan mencegah kanker prostat?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.