Senin, 17 Desember 2018

Pentingnya Anda Memantau Berat Badan Secara Berkala

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    Ilustrasi obesitas. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Memantau berat badan rutin menjadi salah satu kampanye yang dilakukan Kementerian Kesehatan dalam tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau (Germas). Sebenarnya apa gunanya Anda memantau berat tubuh Anda secara berkala?

    Baca: Tips Diet dengan Air Putih Biar Berat Badan Cepat Turun

    Ahli kesehatan menyarankan Anda memantau berat badan secara rutin sebagai salah satu cara menghindari terkena obesitas. "Sebaiknya pantau berat badan rutin, agar tahu saat berat badan mulai naik, jadi bisa mulai perbaiki pola makan menjadi lebih sehat, dan menambah aktivitas fisik," ujar dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah – Puri Indah, Raissa Edwina dalam acara "AIA Healthy Living Day" di Jakarta, Kamis 6 Desember 2018.

    Raissa mengatakan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2018 yang dikeluarkan pemerintah menyebutkan angka obesitas di Indonesia meningkat sejak 2013 dari yang semula 14 persen menjadi 21 persen atau naik 7 persen. Artinya, semakin banyak masyarakat Indonesia yang mengalami kenaikan berat badan.

    Raissa mengatakan, 1 dari 3 orang mengalami obesitas, sementara pada laki-laki 1 dari 5 orang. Angka ini juga menguatkan data sebelumnya mengenai adanya peningkatan berat bada badan baik pada perempuan maupun laki-laki.

    "Tren angka obesitas semakin meningkat. Data pada mengenai pemantauan status gizi usia di atas 18 tahun, mereka yang obesitas sekitar 40,4 persen," kata dia.

    Obesitas atau berat badan berlebih merupakan awal munculnya penyakit kronik dan penyakit tidak menular seperti diabetes, penyakit jantung dan hipertensi.

    AIA juga baru merilis riset Healthy Living Index 2018. Dalam data itu ternyata tingkat kepuasan masyarakat di Asia terhadap kesehatan mereka menurun dari 84 persen pada 2016 menjadi 81 persen tahun ini. Walau merasa kurang puas dengan kesehatan mereka, gaya sehat yang dijalankan masyarakat di Asia Pasifik meningkat dari 4,6 persen pada 2016 dan naik menjadi 5,0 dua tahun kemudian.

    Baca: 3 Alasan Kamu Harus Berhenti Mengomentari Berat Badan Orang Lain

    Head of Brand and Communication PT AIA Financial, Kathryn Monika Parapak menambahkan dalam data risetnya, ternyata ada yang tidak berubah. "Sama seperti tahun 2016, sebanyak 30 persen masyarakat Indonesia ingin menurunkan berat badan," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fintech Lending, Marak Pengutang dan Pemberi Utang

    Jumlah lender dan borrower untuk layanan fintech lending secara peer to peer juga terus bertumbuh namun jumlah keduanya belum seimbang.