Selain Aktor, Apalagi Profesi Ryan Reynolds?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktor Ryan Reynolds berpose saat menghadiri Gala TIME 100, di Frederick P. Rose Hall, Jazz di Lincoln Center, New York, AS, 25 April 2017. REUTERS

    Aktor Ryan Reynolds berpose saat menghadiri Gala TIME 100, di Frederick P. Rose Hall, Jazz di Lincoln Center, New York, AS, 25 April 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Ryan Reynolds tentu tidak asing lagi di telinga para pecinta film Hollywood. Ia berhasil memerankan tokoh di berbagai film dan akhirnya mendapatkan banyak apresiasi. Sukses menjadi aktor, Ryan Reynolds tampaknya ingin mencoba berkarier sebagai produser. Dia disebut akan menggarap film horor bersama Twentieth Century Fox, New Regency dan Vertigo Entertainment.

    Baca: 5 Kelakuan Unik Ryan Reynolds, Aktor Pemeran Deadpool 2

    Film berjudul The Patient Who Nearly Drove Me Out of Medicine yang merupakan adaptasi dari novel karya Jasper DeWitt. Film ini sendiri bercerita tentang seorang dokter muda yang berusaha memecahkan rahasia serta menyembuhkan pasien yang paling sulit diatasi.

    Seperti dilansir dari Variety, aktor, aktris serta sutradara untuk film The Patient Who Nearly Drove Me Out of Medicine masih belum ditentukan.

    Suami Blake Lively itu tampaknya cukup serius terjun di belakang layar. Pasalnya, dia juga dikabarkan telah menyetujui untuk ikut andil dalam film Clue, Free Guy, dan Stoned Alone pada awal tahun 2018 lalu.

    Ryan Reynolds sendiri juga sebelumnya telah memproduseri film populer Deadpool yang berhasil mendapatkan penghasilan hingga $1,5 juta atau sekitar Rp 21,2 triliun.

    Baca: Deadpool Pernah Ditolak Masuk Tim Avengers, Ini Buktinya

    Sementara itu, Ryan Reynolds disebut akan berpartisipasi sebagai pengisi suara untuk karakter Detektif Pikachu di film live-action Pikachu.

    TEEN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.