Merasa Sebagai Orang Humoris, Intip Guyon Ma'ruf Amin

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    Calon Wakil Presiden Maruf Amin saat berbincang-bincang dengan wartawan di sebuah restoran di Tasikmalaya, Jawa Barat pada Ahad malam, 21 Oktober 2018. Dewi Nurita/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta -  Calon Wakil Presiden Nomor Urut 1, Ma'ruf Amin mengungkapkan sisi unik dirinya. Selama ini ia dikenal sebagai seorang ulama, yang selama ini tak terlepas dari kesan kaku dan disegani. Pria 75 tahun ini, ternyata merupakan sosok yang humoris. Sehari-hari, dia gemar bercanda seperti temannya, Presiden Ke-4 Indonesia, Abdurahman Wahid alias Gus Dur.

    Baca: Identik Sarung, Kapan Terakhir Ma'ruf Amin Pakai Celana Panjang?

    "Saya ini humoris dari dulu. Saya teman dekatnya Gus Dur," ujar Ma'ruf Amin kepada Tempo di kediamannya, Jalan Situbondo Nomor 12, Jakarta pada Jumat, 7 Desember 2018.

    Ma'ruf bercerita, ketika almarhum Gus Dur masih hidup, keduanya sering melancong bersama dari Jakarta sampai Jawa Timur. Untuk mengisi kebosanan di mobil, tidak jarang keduanya mengeluarkan candaan-candaan yang mengocok perut. "Saya sering jual beli cerita dan istilah humor dengan Gus Dur itu," ujar Ma'ruf sambil tersenyum mengenang Gus Dur.

    Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Medan, Selasa, 20 November 2018. Hadir juga dalam acara ini Ustad Kondang Yusuf Mansur . Dok.Istimewa

    Gus Dur, juga selalu identik dengan guyonan. Kebiasaan itu nyaris mewarnai setiap obrolannya. Sejumlah pemimpin negara, seperti Clinton, Rafsanjani, Jacques Chirac, Shimon Perez, dan Helmut Schmidt, pernah dibuatnya tertawa ngakak. Begitu pun Raja Arab Saudi yang terkenal pelit dengan senyuman. Dia juga politikus, tokoh agama, dan presiden yang terkenal mudah berbaur dengan semua kalangan.

    Untuk itu, kata Ma'ruf, dia juga akan demikian untuk berbaur dengan banyak kalangan, terutama kaum milenial yang terpaut jauh usia dengan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini.

    "Saya dengan kaum milienal itu bisa bicara apa saja, seolah tidak ada sekat dan jarak. Milenial sering ke sini berdiskusi dengan saya," ujar Ma'ruf.

    Baca: Ma'ruf Amin: Saya Berteman dengan Media

    Candaan-candaan Ma'ruf juga tercermin dalam beberapa video kampanyenya. Sebelumnya, bercerita dirinya terlibat dalam syuting video pada akhir September lalu. Ada lima video yang dibuat dengan berbagai macam tema. Salah satunya tentang milenial. "Banyak candaan-candaan milenial, zaman now," kata Ma'ruf Amin.

    Dalam video 'Kiai Kita' misalnya, Ma’ruf menyelipkan candaan ketika berbicara mengenai keberagaman. Dia menuturkan, jika lahir pada 1980-an, ia tidak akan bisa menjadi pemuda seperti Boy dalam film Catatan Si Boy yang diperankan Onky Alexander. “Karena saya tidak punya mobil mewah,” kata Ma’ruf, pria yang sudah memiliki dua orang cicit ini.

    Ketika Tempo berbincang bersama Ma'ruf pun, ia sempat beberapa kali membuat tim Tempo tertawa. Salah satunya saat Tempo sedang mendengarkan penjelasan kesibukannya selama berkampanye ke berbagai daerah.

    Calon wakil presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, bersiap menyerahkan sorbannya yang terjual Rp 125 juta kepada pembeli melalui lelang saat acara Konser Nasyid dan Sholawat untuk Kerukunan Bangsa di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu, 20 Okotober 2018. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Ma'ruf mengatakan walau sangat sibuk, ia selalu menyempatkan diri membaca koran, juga menonton televisi. "Saya percaya media kok," katanya. Sempat jeda beberapa detik, ia pun melanjutkan "Walaupun tidak 100 persen. Nanti (setelah dibaca) dikroscek lagi," kata Ma'ruf Amin yang diikuti gelak tawa para peserta diskusi. Berbagai guyonan itu membuat suasana bincang-bincang semakin cair.

    Pernyataan itu disampaikan Ma'ruf menanggapi tudingan Calon Presiden Prabowo Subianto yang menuding banyak media memanipulasi demokrasi dan tidak obyektif. "Ya kalau tidak dari media, bisa dapat informasi dari mana lagi?" ujar Ma'ruf Amin.

    Baca: Ma'ruf Amin Minta Santri Klarifikasi Isu Hoax Jokowi dan PKI

    Ma'ruf Amin berkelakar, ketika dokter melarangnya berkampanye untuk sementara waktu karena cedera kaki, kepalanya seketika pusing karena ingin bertemu wartawan.

    DEWI NURITA | MT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.