Apa Kriteria Bahagia untuk Seorang Anak? Tilik Penjelasan Pakar

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi fashion anak (pixabay.com)

    ilustrasi fashion anak (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perceraian adalah realita yang bisa terjadi pada siapapun, tidak hanya artis. Dan nasehat untuk tidak bercerai demi anak juga menjadi wejangan paling sering diberikan kepada pasangan yang rumah tangganya di ujung tanduk.

    Baca juga: Mengatasi Masalah Anak Saat Bercerai? Simak Solusi Gading Marten

    Apa benar jika orang tua tidak jadi bercerai anak akan lebih bahagia? Menurut psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si., sebenarnya bukan status pernikahan orang tua yang memberikan dampak psikologis positif maupun negatif bagi anak.

    “Tapi bagaimana hubungan di antara mereka. Kalau hubungan (orang tua) bertengkar terus, mau statusnya menikah atau tidak, efek psikologisnya pada anak cenderung negatif. Sebaliknya, jika relasi pasangan ini cenderung harmonis dan damai, baik statusnya menikah atau bercerai, dampaknya akan lebih positif pada anak,” urai wanita yang akrab disapa Nina.

    Baca juga: Intip Cara Bijak Orang Tua Ingatkan Anak Kelola Internet

    TABLOIDBINTANG

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.