Jelang Liburan, Ini Cara Hotel Manjakan Pelancong

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi olahraga air/liburan/traveling. Shutterstock.com

    Ilustrasi olahraga air/liburan/traveling. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Desember selalu ditunggu-tunggu para pelaku bisnis pariwisata, terutama perhotelan. Liburan Natal hingga pergantian tahun dimanfaatkan sebagian besar masyarakat untuk melepas penat setelah bekerja keras selama setahun penuh. Tahun lalu, rata-rata okupansi hotel meningkat hampir 80 persen.

    Baca: Liburan Tanpa Sampah Plastik, Ikuti 6 Tip Ini

    Di Jakarta, misalnya, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Krishnadi, mengatakan hampir semua pengelola hotel di Ibu Kota kini sibuk menyambut libur akhir tahun dengan menggencarkan promosi dengan aneka cara, termasuk lewat media sosial. "Orang kita kan suka yang mepet, last minute," katanya kepada Francisca Christy Rosana dari Tempo, belum lama ini.

    Tren promo yang disediakan hotel-hotel di Jakarta masih sama dengan tahun lalu. Hotel umumnya menyediakan paket menginap plus makan malam ditambah pertunjukan musik dan pentas seni. Sejumlah jaringan hotel juga menawarkan potongan harga. Jaringan hotel dan penyedia aplikasi yang bermitra dengan hotel serta perusahaan trasportasi memanfaatkan teknologi untuk memudahkan sekaligus menggaet konsumen.

    Jaringan OYO Hotels, misalnya, mengklaim mampu meningkatkan okupansi hotel lokal secara signifikan berkat teknologi. "Melalui adopsi teknologi yang dibangun sendiri, perusahaan kami mampu membantu para mitra meningkatkan okupansi kamar hingga 90 persen," kata Country Lead OYO Hotels Indonesia, Rishabh Gupta.

    Teknologi ini pun diklaim dapat menjamin kepuasan dan kenyamanan pelanggan pada hari-hari yang sangat sibuk. Dia menjelaskan, sistem operasi yang dikembangkan perusahaannya sudah memiliki fitur Express Check-In dan Check-Out. Dengan sistem operasi ini, kata dia, pengelola hotel bisa meminimalisasi masalah antrean yang kerap ditemui ketika peak season. Selain itu, teknologi ini bisa mengetahui permintaan tamu sejak awal melalui satu platform dan menghindari kesalahpahaman antara tamu dan pihak hotel.

    Selain dibekali dengan sistem manajemen properti yang memungkinkan pemilik hotel dapat memantau semua kegiatan harian, seperti pemesanan, saluran penjualan, permintaan pelanggan, hingga house keeping, Rishabh melanjutkan, pemilik dibekali dengan Owner App. Aplikasi ini memungkinkan pemilik melihat performa bisnis hingga memantau ulasan pelanggan. "Teknologi ini juga memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi pola perilaku tamu sehingga mitra kami bisa melakukan antisipasi terkait dengan kebutuhan tamu secara optimal," ucapnya.

    Menurut dia, sejak beroperasi di Indonesia, jaringannya telah bermitra dengan lebih dari 65 hotel, dan tingkat okupansinya terus meningkat hingga 75 persen. "Kami berinvestasi dalam membangun kapabilitas mendalam dan teknologi yang terdiri atas lebih dari 20 aplikasi yang kami kembangkan sendiri," tuturnya. Di Indonesia sendiri, jejaring hotel ini telah memproses 22 ribu check-in dan meningkatkan efektivitas kinerja anggota staf hotel hingga 25 persen.

    Ilustrasi liburan keluarga. Shutterstock

    Sementara itu, Traveloka menawarkan kemudahan pembayaran untuk menarik minat calon konsumen melalui fitur yang dinamakan PayLater. Fitur ini memungkinkan siapa pun memesan hotel dan tiket pesawat tanpa kartu kredit, serta membayarnya belakangan. Setelah lima bulan diluncurkan, pertumbuhan pengguna PayLater diklaim telah mencapai 10 kali lipat.

    Alvin Kumarga, Senior Vice President Financial Products Traveloka, menuturkan, berdasarkan rekam jejak tahun lalu, pemesanan tiket pesawat dan kereta api untuk keberangkatan Oktober-Desember 2017 melonjak 15 persen. Data inilah yang dijadikan rujukan oleh perusahaan untuk memerangkap pelanggan melalui PayLater Sale of The Day. "Agar makin memudahkan mereka yang sedang merencanakan libur akhir tahun tanpa khawatir terbentur kendala keuangan," kata dia.

    Inovasi lain yang dilakukan berupa fitur Status Penerbangan, yang memungkinkan pengguna melacak status penerbangan pesawat secara real time. Fitur ini memudahkan pengguna melacak penerbangan di berbagai kondisi. Selain itu, fitur terbaru ini dapat digunakan oleh orang yang sedang ingin melakukan penerbangan ataupun keluarga dan kerabat dekat yang ingin menjemput di bandar udara.

    Caesar Indra, Senior Vice President Business Development, mengatakan fitur ini dikembangkan untuk menjamin kenyamanan pelanggan sehingga dapat menaikkan jumlah okupansi. "Bagi orang-orang dengan mobilitas tinggi, kami ingin menyediakan informasi status penerbangan yang disajikan dengan tampilan yang nyaman dan mudah dicerna," ujarnya.

    Baca: Libur Natal dan Tahun Baru, Wisatawan Ragunan Naik Pekan Depan

    Selain itu, fitur ini memudahkan pengguna yang sudah tiba di bandara agar bisa mendapatkan informasi penerbangan tanpa harus mencari papan jadwal keberangkatan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.