Gangguan Kesuburan Sering juga Dialami Pria, Apa Faktornya?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sperma. Shutterstock

    Ilustrasi sperma. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Dokter spesialis kebidanan dan kandungan mengatakan bahwa gangguan kesuburan bukan hanya masalah perempuan tapi bisa saja disebabkan dari laki-laki. "Penyebab gangguan kesuburan tidak selalu masalah perempuan, pria juga bisa punya masalah dan persentasenya hampir sama," kata dokter spesialis kandungan Beeleonie dalam diskusi penanganan gangguan kesuburan di Indonesia yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa 18 Desember 2018.

    Baca: Waspada Baby Blues Syndrome, Bagaimana Pria Terkena Efeknya?

    Dia menjelaskan, pada laki-laki masalah utama adalah di sperma. Maka yang harus dilakukan adalah pemeriksaan sperma yang mudah dan gampang.

    Dalam pemeriksaan sperma tersebut yang harus dilihat adalah jumlah sperma, bentuk sperma dan gerak sperma.

    Masalah pada sperma, kata Beeleonie, bisa pada produksi sperma di testis. Sperma tidak bisa diproduksi jika testis berada di ruangan dalam suhu tinggi, maka laki-laki yang sering terpapar suhu tinggi seperti chef, pesepeda, sering berendam air panas, sauna dan memakai celana ketat akan meningkatkan suhu testis yang berpengaruh pada produksi sperma.

    Seminar Media SMART-IVF dengan tema "Overview & Outlook Penanganan Gangguan Kesuburan di Indonesia" dan sub tema "Bayi tabung pintar dan terjangkau sebagai pilihan", selasa 18 Desember 2018 di Madame Delima Restaurant./ Eugenia Comm

    Kualitas sperma juga dapat dipengaruhi oleh gaya hidup seperti merokok, minuman beralkohol dan efek radiasi dari gawai (gadget). Selain itu gangguan juga bisa terjadi pada saluran pengeluaran sperma misalnya sudah disteril atau terjadi varises. "Gawai yang diletakkan di kantong seperti telepon genggam bisa mempengaruhi gangguan sperma. Bukan hanya handphone tapi juga laptop," katanya.

    Sementara gangguan kesuburan pada perempuan terkait pada gangguan pematangan sel telur, sumbatan saluran telur atau gangguan pada rahim dan indung telur. Dia mengatakan, jumlah sel telur perempuan tidak pernah bertambah dengan jumlah rata-rata 700 ribu sel telur dan akan terus menurun sampai menopause.

    "Usia diatas 35 tahun sel telur jumlahnya terus menurun, maka jangan tunggu lebih lama lagi untuk ke dokter," kata dia.

    Salah satu solusi bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan adalah melalui inseminasi buatan dan juga bayi tabung.

    Baca: Gaya Gading Marten Bersikap Gentleman

    Untuk proses inseminasi buatan, dia mengatakan pasangan suami istri perlu memenuhi syarat yaitu saluran telur harus dalam kondisi baik untuk dibuahi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.