Stroke Bisa Dicegah? Salah Satunya, Hindari Narkoba!

Reporter:
Editor:

Susandijani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    Ilustrasi Narkoba atau methylamphetamine. Getty Images

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa bilang penyakit stroke hanya berlaku pada orang tua. Anak muda usia belasan atau dua puluh-an  juga bisa terkena stroke. Hal itu dibenarkan spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit YPK Mandiri Jakarta Pusat, dr. Arief Wibowo, SpPD. Ia menjelaskan remaja usia belasan tahun juga bisa terkena stroke, khususnya stroke mini.

    Baca juga:
    Pernah Alami Stroke Mini, Ini Gejalanya?
    Jarang Terdeteksi, Tilik Gejala Heat Stroke Saat Lari

    "Untuk mengetahui seberapa besar risiko kena stroke, seseorang harus mengenali faktor pemicunya," ujar Arief kepada tabloidbintang.com di Jakarta, pekan ini.

    Beberapa waktu lalu, juga disebutkan oleh dokter ahli saraf RS Imanuel Bandarlampung dr Ruth Mariva SpS., seperti dikutip Antaranews, bahwa perilaku konsumtif dan instan para remaja membuat penyebaran penyakit stroke ini tidak hanya diderita oleh mereka yang telah berusia lanjut, tapi juga kalangan generasi muda.  Sementara itu, Arief juga menambahkan bahwa konsumsi narkoba seperti amfetamina, ineks, kokain, dan mariyuana juga memicu stroke pada usia muda.

    Ruth menyampaikan, stroke itu biasanya terjadi secara mendadak atau tiba-tiba dengan gejala yang bervariasi, mulai dari bicara cadel, lemah sebelah tubuh atau seluruh badan, sampai tidak sadarkan diri.

    Namun dia menegaskan, meskipun penyakit tersebut mematikan, namun masih bisa dicegah dengan menganut pola hidup sehat serta berobat secara teratur.

    Disebutkan bahwa ada faktor risiko yang bisa diubah terkait kejadian stroke ini. Yaitu faktor pola hidup yang seperti disebutkan sebelumnya (perilaku konsumtif, instan, merokok, konsumsi obat-obatan terlarang, kurang olahraga), juga masalah medis di antaranya, adalah gejala penyakit darah tinggi, kencing manis, penyakit jantung, kolesterol, asam urat, kegemukan.

    Sementara faktor risiko stroke yang tidak bisa dimodifikasi dan menjadi unsur bawaan berupa riwayat keluarga, umur, jenis kelamin dan ras.

    Karena itu, [sekali lagi] ia menyarankan agar masyarakat [terutama anak muda] dapat menghindari risiko terkena stroke. Yaitu dengan teratur berolahraga dan berperilaku hidup sehat.

    Baca: Awas, Gigi Berlubang Bisa Sebabkan Stroke. Ini Kata Dokter

    ANTARANEWS | TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.