Jadi Penulis Zaman Now Butuh Keahlian Ini, Simak Kata Trinity

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Travel Writer, Trinity (kiri) memberikan materi dalam acara Tempo Media Week 2018 di Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 16 Desember 2018. Tempo Media Week 2018  berlangsung pada 14 Desember 2018 hingga 16 Desember 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Travel Writer, Trinity (kiri) memberikan materi dalam acara Tempo Media Week 2018 di Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 16 Desember 2018. Tempo Media Week 2018 berlangsung pada 14 Desember 2018 hingga 16 Desember 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Jauh sebelum merilis buku "The Naked Traveler", Trinity sudah terlebih dahulu menceritakan pengalaman traveling-nya melalui blog pribadi. Selama 13 tahun, ia banyak mengalami perubahan mulai dari penulisan hingga cara melakukan perjalanan.

    Baca: Trinity: Cerita Traveler Harus Kejutkan Pembaca

    Trinity bisa disebut sebagai orang pertama yang memiliki travel blog di Indonesia. Sebab ia sudah mulai membagikan pengalaman dan tips-tips berwisata sejak tahun 2005 hingga akhirnya di tahun 2007 menelurkan karya pertamanya "The Naked Traveler".

    13 tahun menulis, Trinity sadar tulisannya harus mengikuti perkembangan zaman. Dari yang dulunya bebas mengungkapkan apa saja, kini harus mengikuti berbagai pakem.

    "Dulu dari mulai bukunya cuma hitam-putih tanpa gambar dan foto, lama-lama pakai ilustrasi, full color dan seterusnya. Dulu kita kalau nulis joke rasis dan SARA masih lucu. Sekarang pas lihat lagi, kok berani banget dulu ya. Karena norma berubah, aku mau enggak mau ikut berubah," kata Trinity saat berbincang dengan Antara di Jakarta, Kamis 20 Desember 2018.

    Travel Writer, Trinity memberikan materi dalam acara Tempo Media Week 2018 di Gedung Tempo, Jakarta, Ahad, 16 Desember 2018. Trinity memberikan materi mengenai pengetahuan dan pengalamannya dalam Menulis Catatan Harian Perjalanan di Tempo Media Week 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    "Jadi merasa berbeda lah, enggak leluasa. Enggak sebebas dulu lah istilahnya. Dulu buku aku yang pertama dan yang keempat kalau enggak salah sempat ditarik kembali karena terlaku vulgar. Sekarang tulisan lebih mature, lebih bisa bikin nangis, lebih ada opini," lanjutnya.

    Dari sisi cara traveling juga banyak perubahan. Jika biasanya Trinity lebih menikmati perjalanannya, kini ia juga harus memikirkan konten untuk sosial medianya khususnya foto untuk Instagram.

    "Penulis zaman sekarang enggak bisa nulis doang, harus tampil dan punya sosial media, harus bisa publik speaking. Aku ikutin semua, dulu aku senang Twitter, sekarang begitu ada Instagram semua berubah. Foto juga harus bagus, caption harus menarik dan lengkap informasinya. Sekarang kalau ada pemandangan bagus, menikmatinya paling sebentar habis itu foto, mau enggak mau harus tampil," katanya.

    Baca: 69 Cara Traveling Gratis Versi Trinity

    Dari semua pengalaman yang pernah dijalani dan dituangkan dalam berbagai tema buku, Trinity akhirnya memutuskan untuk hibernasi. Ia mengaku masih belum tahu rencana apa yang akan diambilnya nanti. "Aku belum ada rencana ke mana-mana, aku belum memikirkan mau ngapain. Aku hanya mau hibernasi setelah 13 tahun menulis travel," tutup Trinity.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.