Jadi Anak Muda Penuh Inovasi, Intip Saran Tompi

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Musisi dan dokter Tompi ditemui di belakang panggung Konser Gue 2 di area Driving Range Senayan, Jakarta Pusat, 4 Februari 2017. TEMPo/Dini Teja

    Musisi dan dokter Tompi ditemui di belakang panggung Konser Gue 2 di area Driving Range Senayan, Jakarta Pusat, 4 Februari 2017. TEMPo/Dini Teja

    TEMPO.CO, Jakarta - Tompi mengajak kaum muda untuk mengembangkan ide dan inovasi dengan mulai merealisasikan ide-ide yang ada, dengan tujuan agar bisa bermanfaat bagi orang banyak. "Kalau ada ide ya mulai saja, bisa dari hal yang kecil. Biasanya ide awal banyak cemoohan, berpikirlah yang beda," kata Pendiri Beyoutiful Aesthetic Clinic itu dalam acara Diplomasi Needs Action (DNA) dengan topik 'Youth in Health Innovation' di Balai Sidang Universitas Indonesia Depok, Jumat 21 Desember 2018.

    Baca: Roy Marten Peluk Gading di Foto, Ini Kisah di Balik Pembuatannya

    Selain Tompi hadir sebagai pembicara acara tersebut adalah Pendiri HaloDoc, Kevin Nurtanio, Dewi Nur Aisyah pendiri TBDeCare, dan Andreas Senjaya yang merupakan founder iGrow startup bidang pertanian.

    Mereka merupakan talenta-talenta muda Indonesia yang memulai dengan ide-ide yang cemerlang dan diterapkan sehingga menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat.

    Kevin menciptakan HaloDoc yang mempunyai peran penting dalam kesehatan masyarakat, layanan kesehatan biasanya mencapai 4 jam dengan HaloDoc maka hanya butuh waktu 30 menit saja.

    Dewi yang menciptakan TBDeCare alat untuk mendeteksi penyakit Tuberclosis yang murah dan akurat tinggi. Dewi berpesan jangan takut mencoba paling juga ditolak namun kalau berhasil luar biasa. "Buatlah inovasi yang bisa jadi solusi permasalahan yang ada di masyarakat," ujarnya.

    Sedangkan Andreas yang menciptakan iGrow untuk memajukan pertanian di Indonesia. Inovasi perlu yang simpel dan semuanya itu butuh proses. Tidak semudah yang kita bayangkan sebelumnya.

    Tompi mengatakan dengan memulai ide yang berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya, maka akan mendapat tantangan yang akan memacu kita untuk berkreasi lebih lanjut sehingga bisa menghasilkan yang terbaik.

    Ia mencontohkan jangan hanya membuat makanan yang sudah ada, tapi ciptakan makanan baru yang tentunya akan selalu dicari orang. Tompi yang juga seorang penyanyi ini menceritakan klinik tempatnya praktek kecantikan ditata dengan secara apik sehingga pasien tidak merasa seperti di rumah sakit.

    Sementara itu Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia Wiku Adisasmito berharap para tokoh muda muncul dengan gagasan-gagasan yang tidak hanya untuk kepentingan di dalam negeri saja tetapi juga bisa tembus ke dunia internasional.

    Baca: Saat Jokowi Tertawa Dengar Tompi Bernyanyi Jangan Takut Genderuwo

    Ia mengatakan memang dibutuhkan kolaborasi dengan lintas bidang keilmuan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat. "Kami siapkan wadahnya tempat anak muda berkreasi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.