Ria Ricis Beli Rumah Mewah, Penghasilan Youtuber Sebesar CEO?

Reporter

Editor

Mitra Tarigan

Ria Ricis. TEMPO/Yatti Febri Ningsih

Tara kembali menemukan naluri bisnisnya. Ia menjadikan kanal YouTube layaknya portofolio dalam bentuk digital. "Saya tawarin ke perusahaan-perusahaan yang mau membuat profil perusahaan yang agak berbeda. Dari situ, saya menjadi pekerja lepas yang mengerjakan efek visual," kata dia.

Ia juga membuat kanal Tara Arts Game karena kegemarannya bermain game. Di situ, ia mengulas sebuah game dan memainkannya dengan sang adik, Gema. Game dan film lantas erat dengan kakak-adik itu. Jumlah pendaftar kanalnya terus merangkak sehingga mendatangkan banyak pendukung, di samping pekerjaannya sebagai pekerja lepas yang juga memberi pendapatan tak terbatas.

Kegemarannya bermain game dan menonton film mendatangkan banyak inspirasi untuk membuat film pendek yang dibumbui efek visual. Dengan peralatan dan pengetahuan terbatas, mereka belajar secara otodidak. Terkadang hanya berasal dari kamera ponsel milik sang ibu dan panduan dari Internet, jadilah video pendek. "Setelah itu, kami buat video tutorial-nya," kata dia.

Pada 2011, ada sebuah perusahaan yang mengadakan kompetisi membuat film pendek berjudul Hidup Banyak Rasa. Tara dan Gema lantas membuat film berjudul Bridge to Dinosauria. "Idenya dari film Bridge to Terabithia dan Jurassic Park. Jadi ceritanya saya dan Gema masuk ke dunia dinosaurus. Ada adegan kejar-kejaran dengan dinosaurus," kata Gema.

Film berdurasi 10 menit ini keluar sebagai juara pertama berkat sentuhan efek visual yang ciamik. Pada tahun itu pula, tutur Tara, YouTube sudah mengajak mereka bekerja sama sebagai mitra resmi melalui surat elektronik. "Tapi kami cuekin karena dikira spam," Gema menimpali. Pada akhir tahun, mereka baru menyadari YouTube tak sedang bercanda dan surat tersebut bukan spam. "Tahu-tahu terealisasi saja akhir tahun."

Tawaran ini membuat Tara berhenti menjadi mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Ia memilih serius menciptakan konten-konten kreatif untuk kanalnya. Gema, yang saat itu baru lulus sekolah menengah atas, juga tak ikut teman-temannya mengerjakan tes masuk perguruan tinggi. Gema memilih mengekor kakaknya mengerjakan konten kreatif untuk kanal mereka.

Logo YouTube. (youtube.com)

Sejak itu, uang ribuan dolar AS tak pernah absen menyambangi rekening mereka saban bulan. Sekitar pertengahan 2012, sutradara dan produser film Steven Spielberg meminta Tara dan Gema mempromosikan acaranya, Smash. Untuk itu, mereka dibayar US$ 1.200 atau setara dengan Rp 16 juta dengan kurs saat ini.

Enam tahun berlalu. Tara Arts berkembang pesat. Perusahaan-perusahaan teknologi ternama, seperti Sony, Acer, dan Advan, kerap meminta mereka mempromosikan produk yang akan dipasarkan. Mereka mematok tarif Rp 30-35 juta per video. "Tergantung tingkat kesulitan. Bisa lebih jika memakai teknik visual yang rumit," kata Tara.

Dalam sebulan, Tara Arts bisa menerima empat sampai delapan permintaan video. "Dua sampai tiga dari perusahaan luar negeri, empat sampai lima dari perusahaan dalam negeri," kata Gema. Menurut Gema, materi promosi dari perusahaan luar negeri biasanya mudah dan sederhana. "Karena cukup menyebutkan produk mereka saja sudah dibayar ribuan dolar."

Itu baru pendapatan dari promosi. Belum digabung dengan pendapatan iklan AdSense yang dipasang di kanal mereka. Berapa pendapatan mereka per orang per bulan? "Setara dengan manajer-lah," kata dia. Namun, ketika kami sedikit menggoda dengan bertanya mungkin maksudnya setara CEO, Gema hanya tertawa.

ANWAR SISWADI | DINI PRAMITA | KORAN TEMPO | TABLOID BINTANG






300 Pelaku Industri Fashion Se-Indonesia Kumpul di Yogyakarta, Bahas Tren Hingga Pamerkan Karya Terbaru

8 jam lalu

300 Pelaku Industri Fashion Se-Indonesia Kumpul di Yogyakarta, Bahas Tren Hingga Pamerkan Karya Terbaru

Dalam perhelatan yang digelar di Rich Jogja Hotel itu, temanya adalah 'Perkuat Kolaborasi Menuju Fashion Indonesia Berbasis Wastra Nusantara Mendunia'


Mencicipi Makanan Produksi Industri Kreatif Malaysia, Ada Cokelat dari Serat Kelapa Sawit

1 hari lalu

Mencicipi Makanan Produksi Industri Kreatif Malaysia, Ada Cokelat dari Serat Kelapa Sawit

Pameran produk ekonomi kreatif Malaysia di Kota Batam direncanakan akan digelar rutin setiap tahun.


Kaia Gerber Cerita Merasa Kesepian Jauh dari Keluarga

5 hari lalu

Kaia Gerber Cerita Merasa Kesepian Jauh dari Keluarga

Kaia Gerber kini lebih banyak bekerja dari rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarha


Michelle Pfeiffer Cerita Keputusan Hiatus dari Akting demi Keluarga

6 hari lalu

Michelle Pfeiffer Cerita Keputusan Hiatus dari Akting demi Keluarga

Michelle Pfeiffer mengenang masa dia bekerja saat anak-anaknya masih kecil


Mandy Moore Curhat Kewalahan Mengasuh Dua Anak di Bawah 2 Tahun

7 hari lalu

Mandy Moore Curhat Kewalahan Mengasuh Dua Anak di Bawah 2 Tahun

Mandy Moore berusaha menyeimbangkan diri antara karier aktingnya dan mengurus anaknya


5 Rahasia Profil LinkedIn Jadi Menarik dan Bisa Bersaing di Dunia Kerja

7 hari lalu

5 Rahasia Profil LinkedIn Jadi Menarik dan Bisa Bersaing di Dunia Kerja

Tips agar profil LinkedIn Anda menarik dan bisa bersaing di dunia kerja


Cara Menghitung Pajak YouTuber seperti Ria Ricis dan Atta Halilintar, Wajib Diketahui Pemula

13 hari lalu

Cara Menghitung Pajak YouTuber seperti Ria Ricis dan Atta Halilintar, Wajib Diketahui Pemula

Cara menghitung pajak YouTuber beserta dasar hukumnya menurut undang-undang, termasuk PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak).


Inilah Profil Hakim Wahyu Iman Santoso, Ketua Majelis Hakim Perkara Ferdy Sambo

16 hari lalu

Inilah Profil Hakim Wahyu Iman Santoso, Ketua Majelis Hakim Perkara Ferdy Sambo

Hakim Wahyu Iman Santoso memulai karier sebagai hakim di Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun pada 2008.


Dikta Wicaksono Blak-blakan Bicara Soal Pernikahan: Dibawa Santai Saja

18 hari lalu

Dikta Wicaksono Blak-blakan Bicara Soal Pernikahan: Dibawa Santai Saja

Dikta Wicaksono bercerita soal pernikahan, baginya soal nikah dibawa santai saja dan tidak menjadi prioritas utama.


Nasib Rumah Mewah Eny dan Tiko di Jakarta Timur Setelah Diviralkan Konten Kreator

20 hari lalu

Nasib Rumah Mewah Eny dan Tiko di Jakarta Timur Setelah Diviralkan Konten Kreator

Rumah mewah Eny Sukaesi dan putranya, Tiko menjadi perbincangan publik belakangan ini. Begini nasib rumah berlantai dua di kawasan Jakarta Timur itu.