Putus Cinta Semanis Cara Denny Sumargo dan Dita Soedarjo, Bisa?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Denny Sumargo melamar kekasihnya, Dita Soedarjo di The Darmawangsa Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Agustus 2018 (Tabloidbintang.com)

    Denny Sumargo melamar kekasihnya, Dita Soedarjo di The Darmawangsa Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu, 4 Agustus 2018 (Tabloidbintang.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekan lalu publik dikejutkan dengan kandasnya kisah cinta Denny Sumargo dan Dita Soedarjo. Pasalnya, dua sejoli ini sudah bertunangan 5 Agustus lalu dan berencana menikah di antara bulan Maret atau April 2019. Bahkan Dita sudah memesan gaun pengantin rancangan desainer internasional Tex Saverio.

    Baca: Kesulitan Memilih Sepatu Olahraga? Denny Sumargo Punya Kiatnya

    Tiba-tiba, pada 14 Desember, Denny menuliskan pesan perpisahan untuk Dita di Instagramnya dengan puitis, “Aku berdoa, agar perjalanan hidupmu ke depan lebih baik lagi. Kamu berhak mendapatkan yang terbaik, dalam cinta maupun kehidupanmu. Kapanpun kamu membutuhkan bantuanku, pintu rumahku selalu terbuka." Pada 15 Desember, Denny dan Dita menghadapi wartawan, mengatakan bahwa mereka mengakhiri hubungan ini baik-baik.

    Segala sesuatu yang dimulai dengan baik seharusnya diakhiri baik-baik juga. Bahkan Denny mengucap pamit di Instagramnya, bikin warganet baper. “Jaga diri baik-baik, ya. Pakai bajunya diperhatikan. Kalau makan jangan mengotori baju lagi. Jangan tidur pagi...” tulisnya pada 16 Desember. Ah, Andai semua pasangan bisa menyudahi hubungan semanis ini. Bagaimana caranya?

    Baca: Tulis La Tahzan, Denny Sumargo Dikira Mualaf

    Putus cinta, apapun yang melatarinya, bukan situasi yang mudah. Pasti tetap meninggalkan rasa sedih atau sakit. Tapi memang ada cara mengkomunikasikan perpisahan dengan baik dan dewasa, sehingga meminimalisasi kesedihan Anda dan pasangan. Pertama-tama, kita harus berbesar hati, jujur pada diri sendiri, kalau memang ada ketidakcocokkan, perbedaan pandangan, atau masalah lainnya, dan mendiskusikannya secara terbuka.

    “Lakukan dengan tatap muka dan pilih situasi dan waktu yang tepat, agar bisa berdiskusi dengan tenang dan agak panjang,” kata Inez Kristanti, Psikolog Klinis dari Angsamerah Clinics, Kebon Sirih, Jakarta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.