Kapan Waktu Tepat Berteman Kembali dengan Mantan Pasangan?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi patah hati/putus. Shutterstock

    Ilustrasi patah hati/putus. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang punya reaksi berbeda dalam menghadapi perpisahan dengan pasangan. Menurut Psikolog Klinis dari Angsamerah Clinics, Kebon Sirih, Jakarta, Inez Kristanti, tidak harus serta merta tetap mengusahakan pertemanan bila memang kita masih punya perasaan cukup besar pada orang tersebut. “Karena pertemanan yang tulus tidak bisa terjalin kalau kita belum sembuh dari luka.”

    Baca: 3 Ciri Teman Kencan di Aplikasi Jodoh Sudah Punya Pasangan

    Ketika perasaan itu masih ada, enggak ada salahnya memutuskan komunikasi sesaat saja. Untuk menguatkan diri, menyembuhkan luka, dan menerima keadaan.

    “Kalau sudah merasa bisa menerima keadaan dan bisa move on (artinya enggak berharap balikan lagi), barulah kita kembali berkomunikasi dengan mantan. Bukan untuk kembali menjalin hubungan, tapi untuk menjalani transisi hubungan, dari hubungan romantis menjadi pertemanan,” pungkas Inez.

    Memutuskan hubungan dengan pasangan memang banyak sekali tantagannya. Jika Anda ingin putus dengan pasangan, cobalah untuk mengatakan secara sopan, bahwa apa yang akan Anda utarakan ini akan membuatnya merasa tidak nyaman. “Selanjutnya terbukalah, bicara apa adanya, tetap dengan cara yang sopan dan enak. Sampaikan sudut pandang Anda, hal-hal yang menurut Anda menjadi masalah dalam hubungan dan mengapa menurut Anda mengakhiri hubungan adalah jalan yang terbaik,” kata Inez.

    Katakan maaf, bila memang perlu. Setelah itu berikan pasangan Anda kesempatan untuk merespons, tanyakan sudut pandangnya juga. Seperti dalam kasus Denny Sumargo dan Dita Soedarjo, mereka memang saling menyayangi. Tapi tak bisa dimungkiri dan mereka sama-sama menyadarinya, ada perbedaan pandangan, gaya hidup, dan kebiasaan yang cukup besar di antara mereka. Yang mereka pikir, akan lebih baik disudahi di sini, dari pada memaksakan diri melanjutkan, tapi ujung-ujungnya bermasalah juga.

    Baca: Punya Banyak Kesamaan dengan Pasangan Bakal Hadapi 3 Masalah Ini

    Selanjutnya, Inez mengatakan bahwa saat mengatakan putus, katakanlah dengan jelas. Tidak dengan kalimat yang ambigu atau bersayap. “Katakan dengan tegas, bahwa Anda mau mengakhiri hubungan. Tapi tanyakan juga, apakah ada yang bisa Anda lakukan untuk membantunya merasa lebih baik melewati masa ini,” kata Inez. Kalau dia memilih untuk menyendiri dulu atau menjauh dari Anda sesaat, berikan dia waktu dan ruang.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Politik Dinasti dalam Partai Peserta Pemilihan Legislatif 2019

    Kehadiran politik dinasti mewarnai penyelenggaraan pemilihan legislatif 2019. Sejumlah istri, anak, hingga kerabat kepala daerah.