Ingin Ginjal Sehat? Hindari Minuman Berpemanis

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minuman manis (pixabay.com)

    Ilustrasi minuman manis (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Minuman manis selalu disukai, apalagi jika disajikan dingin. Tapi berhati-hatilah mengonsumsi minuman ini. Sebab, konsumsi minuman berpemanis, baik sari buah, soda, dan sirup dapat menambah risiko penyakit ginjal kronis.

    Baca juga: Sayur dan Buah yang Baik untuk Jantung, Lever, Ginjal

    Sebuah studi yang dilakukan di Mississippi menunjukkan dampak negatif minuman berpemanis untuk kesehatan ginjal. Temuan ini dipublikasikan di Clinical Journal of American Society of Nephrology (CJASN).

    Dr Casey Rebholz, dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg, beserta rekan-rekannya mengadakan studi terhadap 3.003 orang Afrika-Amerika dengan fungsi ginjal normal yang terdaftar dalam Jackson Heart Study. Para peneliti menilai asupan minuman pada 2009, lalu diulang dengan peserta yang sama pada 2009.

    Cuci darah. TEMPO/ Santirta

    Hasilnya, 185 orang atau 6 persen mengalami penyakit ginjal kronis. “Ada kekurangan informasi tentang dampak kesehatan dari minuman yang tersedia di pemasok makanan dan minuman,” kata dia.  

    Holly Kramer dan David Shoham dari Loyola University Chicago, dalam pengantarnya mencatat bahwa temuan ini memiliki implikasi kesehatan masyarakat yang kuat. "Sementara beberapa kota terpilih di Amerika Serikat telah berhasil mengurangi konsumsi minuman berpemanis melalui perpajakan," ujar mereka, dikutip Science Daily, akhir Desember 2018 lalu.  

    Salah satu pasien penyakit ginjal kronis, Duane Sunwold, mengatakan telah mengubah pola makan dan minumnya agar penyakitnya sembuh. Sebagai koki, ia merekomendasikan sesama pasien untuk mengurangi konsumsi minuman berpemanis.

    Baca juga: Penderita Gagal Ginjal juga Perlu Olahraga  

    SCIENCE DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.