Resolusi 2019 Mau Lebih Bahagia? Lakukan 4 Tips Mudah Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keluarga bahagia/harmonis. Suami mencium istri. Shutterstock.com

    Ilustrasi keluarga bahagia/harmonis. Suami mencium istri. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki tahun 2019 pasti ada beberapa orang yang membuat resolusi tahun baru untuk menjadikan mereka pribadi yang lebih baik tentunya lebih bahagia. Beberapa kejadian di tahun 2018 baiknya menjadi pelajaran di tahun ini.

    Baca: Agar Hidup Lebih Bahagia Masa Depan Jangan Terlalu Dirancang

    Tak perlu resolusi yang berlebihan, Anda juga bisa mulai membiasakan melakukan 3 hal ini. 3 hal ini bisa jadi cara ampuh untuk membuat Anda lebih bahagia dibanding tahun sebelumnya.

    1. Kurangi Mencampuri Urusan Orang
    Mencampuri urusan orang terkadang bisa menimbulkan penyakit hati yang merugikan bagi diri kita sendiri. Pada dasarnya mencampuri urusan orang lain tidak akan memberikan keuntungan apapun untukmu. Maka dari itu, di tahun ini cobalah untuk mengurangi kebiasaan itu dan fokuslah dengan urusan Anda sendiri.

    2. Bergaul dengan Orang yang Benar
    Tak hanya dari dirimu sendiri, Anda juga harus bisa menjaga diri dari orang-orang sekitar Anda. Kurangilah bergaul dengan orang-orang toxic yang bisa merugikan Anda dan memberikan pengaruh buruk untukmu. Cobalah berteman dengan orang-orang yang bisa mengajak Anda untuk belajar dan sukses bersama.

    Baca: Membuat Keluarga Bahagia ala Titi Kamal dan Christian Sugiono

    3. Hilangkan Sikap Skeptis
    Pikiran positif dan terbuka akan selalu memberikan pengaruh baik bagi dirimu. Di tahun ini, cobalah untuk menghilangkan sikap skeptis terhadap banyak hal dan mulailah mengubah cara pandang Anda menjadi lebih terbuka. Jika Anda berpikiran terbuka, perubahan baik pun akan mengikuti Anda sepanjang tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa saja Tanda-tanda Perekonomian Indonesia di Ambang Resesi

    Perekonomian Indonesia semakin dekat dengan kondisi resesi teknikal. Kapan suatu negara dianggap masuk ke dalam kondisi resesi?