Pelecehan Seksual Pejabat BPJS, Intip Cara Mencegah Hal Serupa

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelecehan seksual. Dok: Aurelia Michelle

    Ilustrasi pelecehan seksual. Dok: Aurelia Michelle

    TEMPO.CO, Jakarta – Pelecehan seksual yang terjadi di kalangan pekerja tampaknya semakin marak. Baru-baru ini, seorang tenaga kontrak Asisten Ahli Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan mengaku menjadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaan. Wanita berinisial RA, 27, akhirnya membuka suara atas skandal seks sepanjang ia ditugaskan sebagai sekretaris pribadi Syafri Adnan Baharuddin, dari April 2016 sampai November 2018.

    Baca juga: Anggota Dewas BPJS TK Tepis Pernah Terima Aduan Pelecehan Seksual

    Dengan maraknya pelecehan seksual yang terjadi di kalangan para pekerja, berikut tiga cara mencegah hal serupa menurut Forbes dan Worklogic.

    1. Hindari lelucon yang berhubungan dengan hal-hal tabu
    Setiap orang pasti memiliki selera humor yang berbeda-beda. Namun, ada jenis dan bahan lelucon yang harus Anda jauhi khususnya saat berhadapan dengan lawan jenis di kantor. Jenis lelucon tersebut adalah yang menjurus ke arah hal-hal yang tidak pantas dan tabu. Karena, dipercaya lelucon tabu hanya digunakan sebagai jembatan untuk pelecehan seksual.

    2. Menjauhkan pertemuan fisik antar lawan jenis di tempat tertutup
    Rapat atau pertemuan sangatlah wajar jika dilakukan di dalam dan luar kantor. Namun, ada tempat yang mungkin Anda harus jauhi dan khususnya apabila hanya dihadiri oleh Anda dan lawan jenis. Tempat tersebut adalah tempat yang tetutup dan tidak didatangi banyak orang seperti hotel dan apartmen. Ini dapat meminimalisasi kemungkinan pelaku untuk melakukan pelecehan seksual terhadap Anda.

    Baca juga: Alasan Eks Sekretaris Pejabat BPJS TK Berani Buka Suara 

    3. Berani menolak dan melapor
    Hal yang sering ditemui dalam kasus pelecehan seksual di tempat kerja adalah karyawan yang tidak berani menolak dan melaporkan perbuatan buruk atasannya. Ini dilandasi dengan ketakuan akan dikeluarkan dan intimidasi lainnya. Dengan adanya kebijakan yang kuat dari perusahaan, para pekerja tidak perlu lagi takut untuk menolak dan melapor karena sanksi dan proses hukum akan dijalankan bagi mereka yang bersalah.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | ZACHARIAS WURAGIL | FORBES | WORKLOGIC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.