Pernikahan Putra Mahkota Paku Alam X, Tamu Rela Mengantre Panjang

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean tamu Dhaup Agung Pura Pakualaman yang hendak menuju lokasi pelaminan, Minggu (6/1). Tempo/Pribadi Wicaksono

    Antrean tamu Dhaup Agung Pura Pakualaman yang hendak menuju lokasi pelaminan, Minggu (6/1). Tempo/Pribadi Wicaksono

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pernikahan Putra Mahkota Paku Alam X Yogyakarta, Bendara Pangeran Hario (BPH) Kusumo Bimantoro dengan Maya Lakshita Noorya bertajuk Dhaup Ageng dihadiri ribuan undangan Minggu 6 Januari 2019 petang. Para tamu dari berbagai kalangan masyarakat seperti warga awam, seniman, budayawan, dan akademisi itu lantas mengantre untuk memberikan selamat pada kedua mempelai yang berada du Bangsal Sewatama Puro Pakualaman.

    Baca juga: Pernikahan Putra Mahkota Paku Alam X, Gratis 2.000 Cangkir Kopi

    Panjangnya antrean itu tampak mulai dari pintu masuk gerbang Pura Pakualaman yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari jalan protokol Sultan Agung. Usai masuk pintu gerbang, antrean panjang tamu berlanjut sampai ke arah Bangsal Sewatama kurang lebih 200 meter.

    Setidaknya hingga pukul 20.30 WIB antrean panjang tamu yang meluber sampai luar gerbang Pura Pakualaman itu masih tampak.

    Pihak Pura Pakualaman sendiri tampak sigap agar para tamu yang antre untuk salaman tetap nyaman. Di beberapa titik antrean sudah disediakan puluhan gelas minuman dingin berbagai jenis yang bisa diambil tiap saat. 

    Untuk sejumlah tamu VVIP, yakni sejumlah pejabat negara yang baru bisa hadir pada resepsi hari kedua, mobil yang membawa mereka diperkenankan masuk area kompleks Pura Pakualaman.

    Pihak kepolisian Kota Yogyakarta pun selama kurang lebih dua jam memberlakukan rekayasa lalu lintas yang hendak melintas Jalan Sultan Agung.

    Seorang tamu undangan, Agung Sunaryono, mengatakan sudah mengantri kurang lebih 40 menit sejak datang. Hal itu dengan sabar dilakukannya demi dapat memberi selamat langsung kepada dua mempelai dan juga Raja Pura Pakualaman, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Paku Alam X.

    "Sama anak istri sudah antre lama, tapi nggak papa, namanya juga banyak yang diundang," ujar Agung.

    Antrean panjang itu sendiri baru tampak mulai terurai selepas pukul 21.00 WIB.

    Usai bersalaman, para tamu dipersilakan menikmati berbagai hidangan prasmanan. Mulai dari bistik lidah, tahu guling, bakso, barbeku, mie kakap, tom yam sea food, juga sate buntel. Para tamu juga disediakan 2.000-an cangkir kopi Merapi.

    Baca juga: Mengintip 5 Kuliner Khas di Pernikahan Putra Mahkota Pakualaman


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gaji Gubernur dan Perbandingan Luas Jawa Tengah dengan Malaysia

    Dalam Debat Pilpres 2019 pertama pada 17 Januari 2019, Prabowo Subianto menyinggung besaran gaji gubernur dengan mengambil contoh Jawa Tengah.