Panti Asuhan Dianggap Mampu Kurangi Gelandangan

Reporter:
Editor:

Rini Kustiani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yakub Husein dan Laila Abdurrahim, suami-istri pengungsi asal Sudan sudah tiga minggu tinggal di trotoar depan Rumah Detensi Imigrasi, Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 8 Januari 2018. Selain mereka, ada 50 pengungsi lain yang bertahan di tempat itu. TEMPO/M Rosseno Aji

    Yakub Husein dan Laila Abdurrahim, suami-istri pengungsi asal Sudan sudah tiga minggu tinggal di trotoar depan Rumah Detensi Imigrasi, Jalan Peta Selatan, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 8 Januari 2018. Selain mereka, ada 50 pengungsi lain yang bertahan di tempat itu. TEMPO/M Rosseno Aji

    TEMPO.CO, Bekasi - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Siti Aisyah mengatakan keberadaan panti asuhan bisa menjadi solusi dalam mengurangi gelandangan, pengemis, dan anak jalanan.

    "Di dalam panti asuhan ada banyak program untuk memelihara anak yatim, anak terlantar, dan fakir miskin," kata Siti Aisyah saat meresmikan Panti Asuhan Istana Yatim di Mustikajaya, Kota Bekasi, Senin, 7 Januari 2019.

    Dengan banyaknya panti asuhan, dia menjelaskan, maka beban pemerintah dalam membina anak jalanan, gelandangan, sampai kaum dhuafa, bisa lebih ringan. Sebab, mereka tidak bergantung kepada para dermawan di jalanan.

    Ilustrasi pengemis. theindianexpress.com

    Hanya saja, Siti Aisyah melanjutkan, saat ini masih banyak panti asuhan yang keberlangsungannya masih bergantung pada bantuan. Sebab itu, dia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih kepada panti asuhan yang telah berdiri. "Sudah banyak lembaga sosial yang sukses, ini bisa menjadi contoh dan motivasi," ujar Siti Aisyah.

    Adapun Panti Asuhan Istana Yatim yang baru diresmikan menampung 63 anak yatim piatu dan kaum duafa. Panti asuhan di bawah binaan Yayasan Mutiara Harapan ini sebetulnya sudah berdiri dari 2011. Namun baru tahun ini dapat dapat mendirikan gedung sendiri untuk mengasuh anak-anak yatim piatu binaan.

    Artikel lainnya:
    Fokus di Badan Amal, Ini yang Selalu Dikampanyekan J.K. Rowling


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.