Tips Mengeratkan Alumni Kampus, Ini Gaya Alumni Oxford

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mahasiswa di kampus. Shutterstock

    Ilustrasi mahasiswa di kampus. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta -  Masa kuliah merupakan masa yang sangat tepat untuk menjalin koneksi dan hubungan dengan sesama. Entah dibutuhkan untuk waktu dekat atau maupun waktu di masa mendatang, hal ini sangatlah penting untuk dilakukan. Sayangnya, banyak mahasiswa yang ternyata tidak lagi saling berhubungan dengan teman-teman kampus mereka setelah lulus kuliah dan bekerja.

    Baca: Mau Kuliah di Oxford, Intip Tips Ketua Perhimpunan Alumni Oxford

    Ketua Perhimpunan Alumni Universitas Oxford di Indonesia, Rio Haminoto, berbagi tips mengenai cara mengeratkan hubungan antar alumni. Menurutnya, hal terpenting adalah memiliki satu misi yang sama. “Saya bersama teman-teman membangun perhimpunan alumni ini di bulan Maret 2018. Hingga saat ini, ada sekitar 130-an anggota. Dasarnya adalah kami memiliki satu misi yang sama. Kami tidak ingin ilmu yang kami pelajari terbuang sia-sia. Sehingga kami bersama-sama berkumpul untuk membagikan ilmu kepada masyarakat di Indonesia,” kata Rio pada salah satu agenda bulanan perhimpunan alumni Oxford di Atma Jaya Jakarta pada Rabu 9 Januari 2019.

    Selain itu, Rio juga menyebut bahwa agenda bulanan dapat menjadi faktor lainnya. “Di samping punya satu misi yang sama, kita juga harus sering mengadakan acara kumpul-kumpul. Ini dapat menghindarkan vakumnya keeratan antar alumni. Kalau kami sendiri biasanya diisi dengan agenda bulanan seperti presentasi tentang inovasi, makan bersama, dan bikin gathering yang ada games serunya,” kata lulusan Oxford tahun 2016 ini.

    Baca: Berani Mendongeng di Depan Orang Dewasa?

    Hal terakhir yang tak boleh dilupakan adalah faktor pendanaan. Menurutnya, pendanaan tak hanya dalam bentuk uang, namun juga bisa di dapat dari kerjasama. “Uang merupakan salah satu concern dari ikatan alumni seperti ini. Selain dari iuran per anggota, kami biasanya bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mendapatkan pendanaan. Misalnya, kami membutuhkan tempat untuk acara, kami bekerjasama dengan perusahaan yang mau menyewakan tempatnya dengan imbalan ilmu dan promosi dari kita untuk mereka,” kata Rio.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara dengan Persentase Perokok Terbanyak Indonesia Tertinggi

    Jumlah perokok pria lebih banyak daripada wanita. WHO mencatat jumlah perokok di kawasan Asia dan Afrika meningkat.