Awalnya Hareudang Lalu Dingin, Ridwan Kamil : Awas Puting Beliung

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat koordinasi (rakor) mengenai implementasi penanganan Sungai Citarum di Saung Citarum Harum Sektor 8 di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/18).

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat rapat koordinasi (rakor) mengenai implementasi penanganan Sungai Citarum di Saung Citarum Harum Sektor 8 di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Rabu (5/12/18).

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengunjungi warga terdampak angin puting beliung di Perumahan Rancaekek Permai II Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Senin 14 Januari 2019. Dalam kunjungan tersebut Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil) dan istri Atalia Kamil menemui warga yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung di Masjid Al Ikhlas dan memberikan pemahaman kepada warga tentang antisipasi jika terjadi bencana puting beliung. "Ibu-ibu, bapak-bapak, jadi ciri-ciri akan terjadi angin puting beliung, diawali dengan cuaca cerah kemudian langsung gelap, kita harus siaga satu," kata dia.

    Baca: Menhub Targetkan Pelabuhan Patimban Beroperasi Akhir 2019

    Sebelumnya, bencana angin puting beliung pada Jumat sore sektiar pukul 15.15 WIB, melanda Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Angin Puting beliung ini menyebabkan ratusan rumah penduduk rusak dan pohon tumbang.

    Ciri-ciri lainnya jika di sebuah wilayah akan terjadi angin puting beliung, kata Ridwan Kamil, udara di sekitar akan terasa panas lalu dingin. "Jadi ciri yang kedua itu akan hareudang (panas), kemudian terasa dingin. Itu rumusnya yang harus kita perhatikan ya ibu-ibu bapak-bapak, mohon jadi perhatian," kata dia.

    Ia mengatakan jika dua ciri tersebut dirasakan warga di tempat tinggalnya maka warga diminta agar waspada dan berlari atau berlindung di tempat yang lebih kuat dan aman. "Ciri-ciri itu salah satu contoh hidup harus dengan ilmu," kata Kang Emil.

    Pada kesempatan tersebut, Kang Emil juga menyerahkan bantuan berupa makanan, minuman, obat-obatan dan pakaian untuk warga yang mengungsi akibat angin puting beliung.

    Baca: 3 Cara Ridwan Kamil Promosikan Bandara Kertajati

    Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Bandung, Achmad Djohara, mengatakan hingga saat ini ada 784 rumah warga di Perumahan Rancaekek Permai II, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung yang rusak akibat diterjang puting beliung. "Warga yang rumahnya rusak karena puting beliung ada yang mengungsi di sejumlah titik, salah satunya di masjid ini dan hingga kita kami masih data dan berupaya semaksimal mungkin untuk membantu warga pasca kejadian ini," kata Achmad.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Realitas Versus Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia

    Laporan Data Statistik Perkebunan Indonesia 2017-2019 mencatat luas area perkebunan 2016 mencapai 11,2 juta hektare. Namun realitas berkata lain.