5 Tips Mengemas Tas Siaga untuk Mitigasi Bencana

Reporter:
Editor:

Dini Pramita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga mencari sisa harta benda yang masih bisa digunakan pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa 1 Januari 2019. ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan

    Warga mencari sisa harta benda yang masih bisa digunakan pasca bencana tanah longsor di kampung adat Sinarresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa 1 Januari 2019. ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan

    TEMPO.CO, Jakarta - Tinggal di daerah rawan bencana mengharuskan kita untuk meningkatkan mitigasi bencana demi meminimalisir dampak yang ditimbulkan akibat bencana. Salah satunya dengan menyiapkan tas siaga secara mandiri.

    Baca: Mitigasi Bencana, Apa Saja Isi Tas Siaga?

    Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, tas siaga berisi perlengkapan bertahan hidup yang dapat menjadi penunjang hidup selama tiga hari pertama kondisi darurat sampai pertolongan datang. "Saat ada bencana, tas itu bisa langsung dibawa," kata dia.

    Mengemas tas siaga tidak rumit seperti yang dibayangkan. Berikut tips mengemas tas siaga 

    1. Pilih tas tepat
    Tas jenis ransel merupakan pilihan terbaik untuk dijadikan tas siaga. Sebab, kita membutuhkan kedua tangan dapat bergerak bebas dalam kondisi darurat. Pilihlah tas-tas yang kuat, memiliki konstruksi kokoh, tapi juga aerodinamis sehingga tidak mencederai punggung kita. Selain itu, penting juga untuk memilih tas-tas berbahan anti air dengan warna terang.

    2. Bungkus peralatan dengan wadah plastik
    Untuk keamanan ekstra, pastikan untuk memasukkan perlengkapan survival ke dalam wadah plastik sebelum disusun ke dalam tas siaga. Terutama untuk pakaian, uang tunai, dan dokumen penting. Pastikan untuk menggunakan wadah plastik yang bisa membuat Anda hemat tempat.

    Baca juga: 5 Tips Traveling Aman di Daerah Rawan Bencana

    3. Pilih peralatan yang irit tempat
    Pastikan Anda memilih peralatan yang ringkas seperti pakaian dari bahan yang mudah dilipat atau digulung menjadi kecil, sendok dan garpu kecil, pisau lipat, senter kecil, dan sebagainya. Kelebihan tempat dapat Anda isi dengan perlengkapan standar survival lainnya seperti tali, jarum dan benang, sleeping bag atau matras, dan ponco. Anda juga dapat mensiasati beberapa hal seperti mengganti handuk dengan kanebo yang lebih praktis.

    4. Pilih makanan, minuman, dan obat-obatan dengan masa kedaluwarsa panjang
    Masa kedaluwarsa yang panjang menyingkirkan rasa was-was ketika akan mengonsumsinya kelak, terlebih jika kita melewatkan jadwal pengecekan. Namun, tetap pastikan untuk mengecek tas siaga secara berkala, minimal sebulan sekali, untuk memastikan perlengkapan di dalamnya layak pakai ketika dibutuhkan kelak.

    Artikel terkait lainnya: 
    Awalnya Hareudang Lalu Dingin, Ridwan Kamil: Awas Puting Beliung

    5. Taruh di tempat yang mudah dijangkau
    Taruh tas di tempat yang mudah dijangkau seperti di dekat pintu keluar, dan pastikan tidak ada yang menghalangi tas tersebut supaya mudah diambil dalam satu ayunan tangan. Pastikan seluruh anggota keluarga tahu letak tas tersebut. Jika perlu, siapkan tas siaga di kantor dan di dalam mobil yang digunakan sehari-hari.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.