Tips Memilih Warna untuk Kamar Anak, Bisa Tambah Fokus Belajar

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kamar anak. Pixabay.com

    Ilustrasi kamar anak. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak variasi warna yang dapat Anda pilih untuk kamar sang buah hati. Saking banyaknya, hal tersebut justru membuat Anda kebingungan untuk menentukan pilihan warna kamar anak. Certified Colour Therapist sekaligus Kansai Paint Global Colour Ambassador, Claire Bond, pun memberikan tips-nya.

    Baca juga: Warna Kamar Anak dan Pengaruhnya pada Tingkah Laku

    Menurutnya, hal pertama yang harus diperhatikan dan dihapuskan dari pemikiran orang tua adalah mitos warna. Sebagai contoh, warna pink tidak selamanya harus untuk wanita dan biru untuk pria. “Mitos warna dapat menimbulkan batas-batas lingkungan antara warna dan kebutuhan anak,” katanya dalam acara Kansai Paint di Jakarta, Kamis, 24 Januari 2019.

    Oleh karena itu, Claire pun menyarankan agar orang tua mengetahui kebutuhan anak sebelum memilih warna untuk dinding mereka. Jika Anda menginginkan anak Anda untuk fokus dalam belajar di kamar tidur, Anda dapat memberikan nuansa warna soft blue atau pale blue. “Warna ini dapat menurunkan tingkat kecemasan sehingga dapat membantu anak dalam meningkatkan fokusnya saat belajar di kamar,” katanya.

    Selain itu, Anda juga dapat memilih abu-abu muda untuk pilihan warna pada dinding kamar anak Anda. Menurut Claire, meski abu-abu muda dikenal sebagai warna yang emotionless, warna ini juga dipercaya dapat meningkatkan energi sang anak. “Saat anak Anda pulang dari sekolah dengan keadaan yang lelah, ia dapat menemukan energi dan semangatnya saat masuk ke dalam kamar berwarna abu-abu muda,” katanya.

    Lalu, bagi anak dengan gangguan Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD) atau hiperaktif, Anda disarankan menjauhkan warna terang seperti kuning dan oranye untuk dinding kamar anak. Ini dikarenakan, warna-warna tersebut dapat meningkatkan kerja otak untuk bekerja lebih keras. “Hasilnya, anak-anak akan bergerak dan beraktivitas lebih semangat dan tidak mau diam,” kata Claire Bond.

    Baca juga: Dokter Jelaskan Ciri Kamar Anak yang Sehat

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.