Takut ke Dokter? Konsultasi Lewat Aplikasi Kesehatan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ponsel pintar dan aplikasi. Shutterstock

    Ilustrasi ponsel pintar dan aplikasi. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kemajuan teknologi telah memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat. Tak hanya dalam bidang komunikasi, namun juga dalam bidang kedokteran. Ini lantas diwujudkan dari peluncuran sebuah aplikasi untuk android yang dikhususkan untuk kesehatan dengan nama My Health Diary.

    Baca: Bagi Andien Kesehatan Fisik dan Mental Sama Pentingnya

    Aplikasi ini dapat membantu seseorang untuk mengetahui penyakit dan kondisi kesehatannya. Dalam hal ini, seseorang dapat berkonsultasi melalui fitur chatting dengan memberikan gejala-gejala yang dirasakan. “Jika seseorang takut pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi, mereka dapat berkonsultasi secara gratis dengan fitur Diagnosis Pintar ini,” kata founder Herman Huang dalam peluncuran My Health Diary pada 1 Februari 2019.

    Selain itu, aplikasi tersebut juga memiliki fitur diseasepedia atau sebuah kamus kedokteran yang dirangkum secara gampang dan dapat dicerna masyarakat Indonesia. “Bahasa kedokteran kan sulit dipahami, dengan kamus ini, harapannya masyarakat dapat dengan mudah memahami maksud dokter,” katanya.

    Fitur rumah sakit juga diberikan dalam aplikasi ini. Fungsinya adalah untuk memberikan saran rujukan rumah sakit yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan seseorang dan yang tentunya berada di area sekitar orang tersebut. “Jika seseorang memiliki keluhan mata dan tinggal di daerah Jakarta Barat, aplikasi ini akan menyarankan rumah sakit mata di sekitar Jakarta Barat,” katanya.

    Fitur terakhir yang tak kalah penting adalah my records. Ini sangat penting khususnya bagi mereka yang sering lupa. Karena melalui fitur ini, seseorang akan diberi peringatan untuk meminum obat dan melakukan pemeriksaan ke dokter. “Caranya hanya memasukan tanggal dan waktu. Nanti akan diingatkan oleh aplikasi tersebut agar tidak lupa,” katanya.

    Baca: Kebiasaan Begadang Picu 4 Masalah Kesehatan, Termasuk Jadi Lemot

    Meski baru mulai beroperasi pada 31 Januari, pengguna aplikasi ini diharapkan akan terus bertambah. tentunya demi membantu setiap orang untuk tetap sehat.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Skuter Listrik Makin Digemari, Kecelakaan Fatal Kerap Terjadi

    Skuter listrik makin digemari. Namun di kota London, Los Angeles, dan Singapura, pengendara skuter tersebut kerap mengalami kecelakaan fata.