Kurang Aktivitas Jadi Masalah Kesehatan untuk Anak Homeschooling

Reporter:
Editor:

Dini Pramita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak membaca buku. Shutterstock

    Ilustrasi anak membaca buku. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta-  Anak-anak yang bersekolah di rumah alias homeschooling berpotensi besar kekurangan aktivitas fisik yang mendatangkan banyak masalah kesehatan. Bahkan jika mereka memiliki aktivitas olah raga secara teratur.

    Baca: Kapan Anak Boleh Pegang Gadget? Simak Penjelasan Psikolog

    Peneliti dari Department of Kinesiology Rice University mengatakan meskipun orang tua sudah mengatur jadwal olah raga yang teratur agar anak homeschooling tetap bugar, hal tersebut tak cukup. Laura Kabiri, ketua tim peneliti, mengatakan, anak-anak harus melakukan aktivitas aerobik utama setidaknya selama satu jam sehari. "Hanya mencentang kotak dan mendaftarkan mereka dalam suatu kegiatan tidak berarti mereka memenuhi persyaratan yang mereka butuhkan untuk tetap sehat," kata dia.

    Dalam Journal of Functional Morphology and Kinesiology, ia menjelaskan orang tua harus memberikan lebih banyak waktu kepada anak-anak untuk aktivitas yang tidak terstruktur setiap hari. "Seharusnya ada lebih banyak kesempatan untuk kegiatan yang tidak terstruktur," kata dia. Dia mendukung anak-anak untuk bermain dan mengeluarkan keringat lebih banyak dengan bersepeda, berlari, dan bermain-main dengan anak-anak sebayanya.

    Baca juga: Anak Menggunakan Pasta Gigi Berfluoride Kebanyakan, Ini Dampaknya

    Aktivitas ini, menurut dia, merupakan bentuk aktivitas fisik terbaik. "Ini akan membuat level kebugaran mereka terjaga dengan baik ketimbang anak-anak yang kurang bergerak," kata dia.

    Kabiri mempelajari data yang dikumpulkan dari 100 anak yang bersekolah di rumah yang berusia 10-17 tahun. Dia berasumsi kegiatan olah raga yang dirancang teratur cukup untuk menjaga level kebugaran fisik anak. Namun, data membuktikan bahwa mereka salah. Anak-anak tersebut rentan mengalami sakit dan mudah merasa tidak berenergi.

    SCIENCE DAILY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.