Hanya Konsumsi Jus Buah Saat Diet? Waspada Penyakit Ini

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jus buah (pixabay.com)

    Ilustrasi jus buah (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Jus buah atau sayuran memang diklaim baik untuk kesehatan dan dapat menyembuhkan penyakit, seperti psoriasis dan asma. Selain itu, jus juga dapat secara efektif menurunkan berat badan. Tak heran, banyak orang yang sedang diet lebih memilih hanya minum jus buah atau sayuran dan menghindari makanan berat.

    Baca juga: Tak Selamanya Jus Buah Baik Dikonsumsi, Ini Kata Pakar Diet

    Namun, para pakar diet dan kesehatan Sioned Quirke dalam tulisannya yang dilansir dari The Hippocratic Post justru mengingatkan bahaya hanya minum jus sebagai makanan utama. Penyakit seperti migrain, masalah kesuburan, dan kerusakan liver adalah ancaman jangka panjang untuk para penggila diet dengan jus.

    Menurut hasil penelitian yang dilakukan pada 2004, segelas jus jeruk segar yang langsung diperas dari buahnya mengandung synephrine, zat yang bisa mempersempit aliran darah. Aneka buah jeruk atau citrus juga dapat mengurangi kadar magnesium, dan efek dari zat ini dapat menyebabkan migrain.

    Masalah lain yang mungkin timbul adalah kelelahan luar biasa, iritasi, dan sembelit. Mereka yang ketat menjalani diet jus selama berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan, berisiko mengalami masalah kesehatan pada masa mendatang.

    Umumnya, untuk jangka pendek, masalah yang muncul adalah sakit kepala dan lemas. Untuk jangka panjang, masalah bisa lebih serius, seperti gangguan kesuburan dan metabolisme serta kerusakan liver. "Buah dan sayuran mengandung banyak vitamin dan mineral penting, tapi sangat rendah kandungan asam amino, lemak, dan protein," kata Quirke.

    Baca juga: 10 Kebiasaan Merusak Gigi, Minum Jus Jeruk dan Gigit Kuku

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | THE HIPPOCRATIC POST


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.