3 Kelompok Konsumen Kedai Kopi, Anda Termasuk yang Mana?

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pria  minum kopi. webmd.com

    Ilustrasi pria minum kopi. webmd.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Budaya minum kopi kini merata. Tak hanya orang tua, anak-anak muda pun senang meminumnya. Itu sebabnya, kedai-kedai kopi atau coffee shop selalu ramai pengunjung. Ternyata, para peminum di kedai kopi ini ada jenis-jenisnya, lo.

    Baca juga: Hari Kopi Sedunia, Apa Saja Cita Rasa Kopi?

    Barista yang juga pemilik kedai kopi S.M.I.T.H Coffee Bar and Roastery, Muhammad Aga, mengatakan, secara umum ada tiga kelompok pengunjung kedai kopi yang biasa ditemui. Apa saja?

    1. Originality seeker

    Mereka adalah penggila kopi. Mereka tahu jenis-jenis kopi, rasanya, bahkan asalnya. Itu sebabnya, kelompok originality seeker ini sangat detail saat memesan. “Dia bisa pesan kopi dengan menyebut asal dan rasanya. Misalnya, mereka pesan kopi Papua yang rasanya lemon,” kata pemenang Indonesia Barista Championship 2018 ini.

    2. Affordable luxury lovers

    Pernah menemui orang yang hanya ingin ke kedai kopi papan atas, lalu ngopi-ngopi cantik? Nah, mereka itulah yang tergolong kelompok affordable luxury lovers. Mereka datang bukan Cuma mau menikmati kopi, tapi juga nongkrong sambil foto-foto. Dan tentu tak lupa mengunggahnya di media sosial. Satu lagi cirinya, mereka selalu dandan maksimal.

    3. Best followers

    Bisa dibilang, mereka adalah pemula. Awalnya mereka bukan penikmat kopi, tapi akhirnya ikut minum kopi karena mengikuti orang lain. Entah itu teman atau selebritas media sosial. “Tapi mereka bisa berubah ke originality seeker atau affordable luxury lovers jika ternyata menyukainya,” ujar Aga yang ditemui di Jakarta, Sabtu, 9 Februari 2019.

    Di antara tiga kelompok ini, Anda termasuk yang mana?

    Baca juga: Perhatian, Tak Semua Makanan Cocok untuk Teman Minum Kopi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Konsumsi Daging Secara Global, Australia Paling Banyak

    Menurut Data Food and Agriculture Organization of the United Nation, rata-rata orang Australia mengkonsumsi 116 kg daging selama setahun.