6 Penyebab Putus Cinta, Selingkuh Bukan yang Pertama

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi putus cinta. shutterstock.com

    Ilustrasi putus cinta. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Jika mendengar seseorang putus cinta dengan pasangannya, apa yang pertama kali terpikir? Ada orang ketiga? Belum tentu. Ternyata, selingkuh bukan alasan paling banyak yang menyebabkan orang putus cinta. 

    Baca: Kapan Waktu Tepat Berteman Kembali dengan Mantan Pasangan?

    Dilansir dari Times of India, Senin, 11 Februari 2019, sebuah penelitian yang diterbitkan Personality and Social Psychology Bulletin memuat daftar alasan pasangan memutuskan hubungan mereka. Apa saja?

    1. Pasangan Kasar

    Tidak mudah untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki masalah amarah. Ditambah lagi jika ia seorang yang kasar. Biasanya ini akan berlanjut dalam jangka panjang, bahkan bisa membutuhkan rehabilitasi. Jika menjalani komitmen, orang seperti itu dapat membuat pasangannya terluka seumur hidup. Itu sebabnya, putus adalah pilihan yang tepat. Dan ini menjadi alasan terbanyak untuk memutuskan hubungan. 

    2. Selingkuh

    Cinta saja tidak cukup untuk memulai sebuah hubungan jangka panjang. Butuh kepercayaan besar untuk mempertahankannya. Ketika seseorang merusak kepercayaan itu, dengan selingkuh, misalnya, maka cinta tak akan bisa menyelamatkannya.  

    Kepercayaan tidak hanya terbatas pada kesetiaan emosional atau fisik tetapi ada begitu banyak hal yang mengharuskan seseorang untuk mempercayai pasangannya dan ketika itu hilang, tidak mudah untuk mempertahankan hubungan yang baik. 

    3. Sudah punya pasangan atau menikah

    Banyak orang berselingkuh dengan seseorang yang sudah menikah atau yang sudah menjalin hubungan. Sebenarnya memulai hubungan seperti itu sama saja dengan memulai masalah baru. Daripada masalah tak ada habisnya, akan lebih baik jika hubungan perselingkuhan itu diakhiri saja.

    4. Masalah kesehatan

    Diakui atau tidak, sulit menjalin hubungan dengan seseorang yang memiliki kondisi medis serius, terutama penyakit menular seksual. Menurut para peneliti, ini adalah faktor utama yang menentukan durasi suatu hubungan.

    5. Jorok

    Memang tidak mudah hidup dengan orang yang jorok atau tidak peduli dengan kebersihan dan kerapian. Ini akan membuat orang di sekitarnya menjadi tidak nyaman. Pilihannya hanya dua, menyesuaikan diri dengannya alias menerima kejorokannya, atau menyudahi hubungan itu.   

    6. Bau Badan

    Bau badan bisa disebabkan oleh kemalasan merawat diri. Tapi, ada sebagian orang dengan kondisi tertentu yang memiliki bau badan meskipun rajin membersihkan diri. Bau badan atau napas yang tak tertahankan dari pasangan akan memburuk seiring waktu dan bisa menjadi faktor pemicu putusnya hubungan. Meskipun, mungkin ada hal-hal lain di balik itu. 

    Baca: Beratnya Putus Cinta secara Baik-baik, Ini Saran Psikolog

    TIMES OF INDIA | PSYCHOLOGY TODAY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Menang di Basis Nahdlatul Ulama di Jawa Tengah dan Timur

    Jawa Tengah dan Jawa Timur, yang nota bene lumbung Nahdlatul Ulama, menjadi tempat Joko Widodo dan Ma'ruf Amin memanen suara dalam Pilpres 2019.