Ajarkan Toleransi Sejak Dini, Ini Manfaatnya untuk Anak

Samanera (calon bikhu) memberikan penjelasan saat mendampingi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Ulum Batu yang berkunjung ke Vihara Dhammadipa Arama, Batu, Jawa Timur, 15 Februari 2018. Kegiatan ini untuk mengenalkan keragaman agama di Indonesia dan menanamkan sikap toleransi antar umat beragama sejak dini. TEMPO/Aris Novia Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Menanamkan sikap toleransi kepada anak sering kali diabaikan oleh para orang tua. Alasannya beragam, mulai dari jadwal pekerjaan orang tua yang padat hingga menyerahkan pendidikan toleransi kepada pihak sekolah.

Baca: Cara Mona Ratuliu Mengajarkan Toleransi ke Anak-anak

Padahal, menurut mantan rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Komaruddin Hidayat, menanamkan sikap toleransi kepada anak sejak dini sangat penting dan itu harus dimulai dari orang tua.

Kenapa orang tua? Orang tua adalah individu yang terdekat dengan anak. “Oleh karena itu, orang tua harus lebih peka. Karena sikap anak pasti akan menurun dari orang tuanya. Jika orang tua acuh tak acuh dengan toleransi, anak pasti mencontoh,” kata dia dalam acara “Wonder: A Way To Teach Tolerance To Kids”, di Jakarta, Sabtu, 16 Februari 2019.

Komaruddin juga menjelaskan manfaat menanamkan toleransi kepada anak. Menurutnya, alasan terpenting dan terutama adalah karena kondisi dunia yang semakin beragam dan berkembang.

“Kita melihat bahwa di Indonesia saja sudah banyak suku, ras dan agama. Warna kulit pun berbeda-beda. Dengan menanamkan sikap toleransi, anak-anak akan lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan yang baru,” katanya.

Dengan sikap yang mudah beradaptasi itu, anak-anak dipercaya akan menjadi pribadi yang berhasil. “Mereka sudah mengerti tentang bagaimana bersikap terhadap perbedaan. Ini menjadi kunci utama keberhasilan. Sehingga mereka tidak membeda-bedakan dan bersikap profesional saat masuk di dunia kerja,” katanya.

Lebih dari itu, sikap toleransi juga penting diajarkan kepada anak agar nantinya mereka tidak gampang terpengaruh dengan ajaran yang kurang tepat. Menurut Komaruddin, perkembangan zaman memungkinkan anak-anak untuk terkontaminasi dengan hal-hal yang radikal. Apalagi di tahun politik. 

“Ini disebabkan oleh kepentingan politik yang harus merelakan perpecahan. Jika anak sejak kecil diajarkan untuk memiliki sikap toleransi, mereka tidak akan mudah terprovokasi,” katanya.

Oleh karena itu, Komaruddin pun mendorong para orang tua untuk mengajarkan dan mendidik anak tentang pentingnya nilai toleransi sejak dini.

Baca: Tahun Politik, Simak Tips Jitu Ajarkan Anak Toleransi

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA






Family Canter di Snapchat: Orang Tua Bisa Cek Anak DItelepon atau Menelepon Siapa

5 jam lalu

Family Canter di Snapchat: Orang Tua Bisa Cek Anak DItelepon atau Menelepon Siapa

Fitur anyar Snapchat ini memungkinkan orang tua mengetahui dengan siapa anaknya berkomunikasi dalam seminggu terakhir.


Wapres Ma'ruf Amin Minta Dosen Agama Islam Bantu Cegah Paham Radikal

13 jam lalu

Wapres Ma'ruf Amin Minta Dosen Agama Islam Bantu Cegah Paham Radikal

Ma'ruf Amin juga meminta kompetensi seluruh dosen Pendidikan Islam ditingkatkan


London Waspada Virus Polio

17 jam lalu

London Waspada Virus Polio

Inggris menyerukan vaksin booster polio bagi anak-anak di London yang berusia di bawah 10 tahun, di tengah temuan penyebaran virus tersebut.


Cara Menyiapkan Anak Hadapi Tantangan di Masa Datang

1 hari lalu

Cara Menyiapkan Anak Hadapi Tantangan di Masa Datang

Perkembangan dunia sudah sangat pesat dan persaingan pun semakin ketat sehingga anak pun perlu dipersiapkan sejak sekarang untuk menghadapinya.


Cerita Chrissie Rahmeinsa Mendidik Jerome Polin yang Gaya Belajarnya Unik

2 hari lalu

Cerita Chrissie Rahmeinsa Mendidik Jerome Polin yang Gaya Belajarnya Unik

Ibunda mengatakan bahwa Jerome Polin lincah sejak kecil, belajar pun selalu bergerak.


Saran Psikolog agar Dapat Restu Orang Tua dan Calon Mertua sebelum Menikah

2 hari lalu

Saran Psikolog agar Dapat Restu Orang Tua dan Calon Mertua sebelum Menikah

Simak tips dari psikolog untuk meyakinkan orang tua dan calon mertua agar merestui hubungan hingga ke jenjang pernikahan.


Perlunya Memasak Bareng Keluarga untuk Bangun Waktu Berkualitas

3 hari lalu

Perlunya Memasak Bareng Keluarga untuk Bangun Waktu Berkualitas

Psikolog mengatakan keluarga dapat memanfaatkan memasak sebagai aktivitas seru untuk membangun waktu berkualitas untuk merekatkan hubungan.


5 Gejala Kecemasan pada Anak yang Sering Diabaikan

3 hari lalu

5 Gejala Kecemasan pada Anak yang Sering Diabaikan

Kecemasan pada anak-anak dapat terjadi karena berbagai alasan


Ini Ciri Fisik yang Diwariskan Ayah pada Anak

3 hari lalu

Ini Ciri Fisik yang Diwariskan Ayah pada Anak

Ada beberapa warisan fisik ayah kepada anak yang mungkin tak diuturnkan ibu. Berikut di antaranya.


Santri Tewas di Tangerang, Orang Tua Kecewa Pondok Pesantren Lalai

3 hari lalu

Santri Tewas di Tangerang, Orang Tua Kecewa Pondok Pesantren Lalai

Wahyudi, ayah dari BD, 15 tahun santri Pondok Pesantren di Tangerang yang tewas setelah berkelahi dengan temannya menyatakan kecewa.