Pembeli Paling Sering Belanja Online Saat Istirahat Makan Siang

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Di hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)12.12 situs Bukalapak menawarkan sebuah mobil seharga Rp 12 ribu. 12 Desember 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Di hari Belanja Online Nasional (Harbolnas)12.12 situs Bukalapak menawarkan sebuah mobil seharga Rp 12 ribu. 12 Desember 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Di zaman yang semakin modern ini, mulai banyak toko online yang bermunculan. Selain memanfaatkan teknologi, e-commerce juga hadir untuk memudahkan pembeli dalam hal berbelanja. Mereka tidak perlu lagi membuang waktu dan tenaga untuk pergi ke mall, namun dapat belanja secara virtual.

    Baca: Hati-Hati Penipuan, Perhatikan Tips Belanja Online Ini

    Nah, bagi Anda yang akan mulai berjualan online, ada hal penting yang harus Anda perhatikan. Menurut Sarah Humaira selaku VP dan Head of B2C Marketing Zilingo, hal penting itu adalah waktu yang tepat untuk berjualan. “Ini sangat menentukan kenaikan penjualan barang Anda,” katanya dalam acara Zilingo Tutup Perayaan Kampanye ‘12 12 Celebration’ pada 19 Februari 2019.

    Sarah menyebut bahwa traffic time atau waktu berjualan yang amat meningkat terjadi pada jam makan siang. “Biasanya, jam 12 sampai 1 siang adalah waktu dimana pekerja beristirahat. Sembari menikmati makan siang, mereka akan berbelanja online,” katanya. Selain itu, traffic time juga terjadi setelah pulang kerja atau sekitar jam 6 hingga 8 malam. Menurutnya, waktu ini biasanya digunakan oleh para pekerja untuk berbelanja sembari menemaninya pulang.

    Baca: Belanja Online, Pria Paling Suka Beli Jeans

    Oleh karena itu, Sarah pun berpesan agar para pedagang online memperhatikan jam-jam tersebut dan mulai memasarkan produknya. “Customer umumnya membeli barang yang berdasarkan latest post-nya. Makanya para pedagang harus segiat mungkin mengunggah barang dagangannya pada jam traffic tersebut. Pasti laku keras,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.