Ini Bedanya Sakit Kepala karena Hipertensi dengan Lainnya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sakit kepala sebenarnya gejala umum dari sejumlah penyakit. Tapi banyak orang yang mengidentikkan sakit kepala dengan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Apalagi jika disertai dengan pegal pada bagian belakang leher. 

    Baca: Menderita Hipertensi? Hindari Kentang Goreng dan 4 Makanan Ini

    Faktanya, hipertensi jarang menunjukkan gejala khusus. Biasanya, penyakit baru dikenali setelah melakukan pemeriksaan medis untuk masalah kesehatan lain.

    Meski demikian, beberapa orang dengan tekanan darah tinggi melaporkan bahwa dia merasa pusing, vertigo, gangguan penglihatan, jantung berdebar, sulit bernapas, mudah lelah sampai hidung berdarah dan yang paling sering disebut adalah merasa sakit kepala terutama di bagian belakang.

    "Perlu dibedakan sakit kepala karena hipertensi dan gejala lain. Kalau sering sakit kepala dan tensinya naik itu tidak ada hubungannya," kata dr. Adre Mayza SpS(K) dalam seminar "Waspadai Hipertensi pada Generasi Milenial" di Jakarta, Jumat, 22 Februari 2019. 

    Lain halnya jika sebelumnya tidak sakit kepala, tapi ketika diperiksa tekanan darahnya dan tensinya naik, kemungkinan itu karena hipertensi.

    Jadi, sakit kepala sebenarnya bukan gejala khusus hipertensi. "Orang kurang makan juga bisa sakit kepala," ujar dr. Adre. 

    Dr. Djoko Wibisono, Sp.PD-KGH juga mengatakan masyarakat sebaiknya memeriksakan kesehatan secara rutin dan bukan berasumsi terhadap penyakit tertentu.

    "Sebenarnya sakit kepala itu tidak khas dan hanya 5 persen yang mengalami. Memang kebanyakan orang selalu mengaitkannya ke sana dan itu berbahaya ya karena berasumsi sendiri. Tidak berkaitan sama sekali hipertensi dengan sakit kepala. Jadi jangan cepat-cepat ambil hubungan itu," kata Djoko.

    Para penderita hipertensi biasanya merasa jika mereka sudah mengonsumsi obat dan tekanan darahnya turun, makanya penyakitnya sudah sembuh. Faktanya adalah hipertensi adalah penyakit seumur hidup namun dapat dikendalikan dengan pengobatan dan mengatur gaya hidup.

    "Jadi jangan mentang-mentang udah minum obat setelah itu bebas makan apa saja," ujarnya.

    Baca: Migrain, Mengapa Banyak Terjadi di Kota Besar? Tilik Jawaban Ahli

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Kombatan ISIS asal Indonesia yang Terdeteksi di Suriah dan Irak

    Pada 2017, BNPT memperkirakan seribu lebih WNI tergabung dengan ISIS. Kini, kombatan asal Indonesia itu terdeteksi terserak di Irak dan Suriah.