Musim Pancaroba Tiba, Cegah Anak Kena Batuk dengan 6 Tips Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkatan Laut Amerika Serikat memeriksa seorang anak di kapal rumah sakit USNS Comfort di Pelabuhan Paita, Peru, 5 November 2018. Kapal USNS Comfort melakukan misi selama 11 minggu ke negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan. REUTERS/Mariana Bazo

    Angkatan Laut Amerika Serikat memeriksa seorang anak di kapal rumah sakit USNS Comfort di Pelabuhan Paita, Peru, 5 November 2018. Kapal USNS Comfort melakukan misi selama 11 minggu ke negara-negara di Amerika Tengah dan Selatan. REUTERS/Mariana Bazo

    TEMPO.CO, Jakarta - Memasuki musim pancaroba, batuk bisa mewabah pada anak. Biasanya batuk datang bersama demam, pilek, dan sakit kepala. Para orang tua penting untuk mewaspadai batuk. Hal itu terungkap dalam diskusi bertajuk "Jangan Batuk Berdahak Jauhkan Yang Dekat"” persembahan Bisolvon di Jakarta, belum lama ini. Hadir sebagai salah satu narasumber, Sanofi Medical Expert, Riana Nirmala Wijaya. Riana menjelaskan, batuk bisa dikalahkan dengan obat batuk sediaan.

    Baca: Cara Menjaga Kesehatan Keluarga ala Nirina Zubir

    Namun ada kalanya batuk harus dibawa ke rumah sakit dan diperiksa lebih detail. "Jika batuk disertai demam tinggi di atas 38 derajat Celsius, sesak napas, nyeri di dada, atau dahaknya kemerahan karena bercampur darah. Selain itu jika anak batuk disertai hilangnya nafsu makan, menangis terus, dan susah menelan makanan, Anda harus ke dokter. Itu tanda-tanda penyakit komplikasi. Bukan sekadar batuk,” ujar Riana kepada tabloidbintang.com.

    Masalahnya, para ibu sering menyepelekan batuk dan menunda membawa anak ke rumah sakit. Jika gejala yang menyertainya sudah jelas, sebaiknya jangan menunda. Menunda sama saja menyulitkan si kecil untuk segera pulih. Berdasarkan pengalaman Riana, banyak anak dibawa ke rumah sakit setelah batuknya berlarut-larut dan mengalami sesak napas. Akhirnya, mereka harus menjalani rawat inap di ruang Gawat Darurat berhari-hari.

    Namun jika batuknya berdahak dan tidak disertai gejala di atas, Anda bisa memberikan pertolongan dengan obat batuk sediaan. "Kalau batuknya biasa, tidak disertai gejala lain dan Anda tahu persis itu batuk berdahak, Anda bisa merekomendasikan obat batuk yang terpercaya. Yakni obat batuk yang mengandung bromhexine untuk mengencerkan, melepaskan, dan mengeluarkan dahak," kata Brand Manager Consumer Healthcare Sanofi Indonesia, Mega Valentia.

    Baca: Ini Perbedaan Anak Pertama dan Anak Kedua, Menurut Studi

    Lebih lanjut, Riana membagikan tips agar anak dan keluarga tetap sehat dan bugar pada musim pancaroba.

    1. Olahraga teratur. Idealnya 30 menit per hari, yang penting dilakukan secara konsisten. Biar enggak bosan, ajak pasangan atau si kakak olahraga bersama.

    2. Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang kaya vitamin untuk menunjang daya tahan tubuh.

    3. Perbanyak minum air putih untuk menjaga stamina tubuh.

    4. Persiapkan diri menangkal cuaca yang sulit ditebak. Gunakan baju hangat.

    5. Gunakan masker agar tidak tertular batuk orang lain maupun menularkan batuk ke orang lain.

    6. Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Beda Kerusuhan Mei 2019 dengan Kengerian di Ibu Kota 1998

    Kerusuhan di Jakarta pada bulan Mei terjadi lagi, namun kejadian di 2019 berbeda dengan 1998. Simak kengerian di ibu kota pada akhir Orde Baru itu.