Ini Alasan Kenapa Memanaskan Makanan Hanya Boleh Sekali

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi memanaskan makanan (Pixabay.com)

    Ilustrasi memanaskan makanan (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Makanan yang tersisa pasti sangat sayang untuk dibuang kan? Kebanyakan orang lebih memilih untuk menyimpannya dan dipanaskan kembali untuk kemudian dikonsumsi. Namun, banyak yang menyebut bahwa memanaskan makanan dapat menghilangkan seluruh nutrisi baiknya. Benarkah demikian?

    Baca juga: Makanan Dipanaskan Berulang Kali, Ini Bahayanya!

    Ahli Gizi Alvin Hartanto tidak membenarkan pernyataan tersebut. Ia menyebut bahwa memanaskan makanan secara berulang tidak akan menghilangkan keseluruhan nutrisinya. “Nutrisi tetap ada dan tidak hilang seluruhnya. Tapi, kualitasnya memang  berkurang,” katanya di Jakarta, Kamis, 28 Februari 2019.

    Tak hanya sayuran, makanan yang dipanaskan berulang seperti daging pun akan mengalami penurunan nutrisi. “Sama seperti ukuran sayur dan daging yang pertama dimasak, dia akan semakin menciut jika dimasak berulang. Begitu pula dengan nutrisinya,” katanya.

    Oleh karena itu, ia menyarankan agar memanaskan makanan cukup sekali saja. “Kalau bisa satu kali. Karena paling optimal untuk diserap tubuh ya nutrisi dengan maksimal dipanaskan kembali sebanyak satu kali,” katanya.

    “Namun akan jauh lebih baik jika dari awal Anda telah memilih porsi yang tepat sehingga tidak menyisakan makanan dan berujung pada reheating,” katanya.

    Baca: Beragam Cara Menghangatkan Nasi, Sup, dan Makanan Beku  

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.