Pakai Sarung Bergaya Modis? Intip di Festival Sarung Indonesia

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri (tengah) bersama jajarannya mengenakan sarung saat apel bersama pegawai Kemnaker di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. Saat kegiatan apel ini pegawai Kemnaker mengenakan sarung sebagai kostum bersama dalam rangka memperingati Hari Sarung Nasional dan mengangkat tema `Sarung is My New Denim`. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri (tengah) bersama jajarannya mengenakan sarung saat apel bersama pegawai Kemnaker di kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. Saat kegiatan apel ini pegawai Kemnaker mengenakan sarung sebagai kostum bersama dalam rangka memperingati Hari Sarung Nasional dan mengangkat tema `Sarung is My New Denim`. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari Sarung Nasional telah ditetapkan pada tanggal 3 Maret. Bertepatan dengan hari spesial tersebut, Pokja Toleransi bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan Smesco akan menggelar Festival Sarung Indonesia pertama kalinya. Bertempat di Gelora Bung Karno, Jakarta, akan terdapat seribu jenis sarung dari seluruh penjuru nusantara yang akan dipasarkan.

    Baca: Pakai Tenun Ikat, 10 Ribu Orang Akan Ramaikan Festival Sarung NTT

    Acara ini bertujuan menarik generasi muda untuk ikut membangkitkan kebanggaan atas sarung ini. Banyak rangkaian spesial yang telah dipersiapkan, salah satunya adalah konsepnya yang milenial berupa pasar rakyat. Tak hanya menjual sarung, acara tersebut dimeriahkan dengan talkshow, karnaval, hingga fashion show.

    Lebih menariknya lagi, mereka juga akan membuat klinik pakai sarung. “Ini adalah sebuah gerai dimana para pengunjung, khususnya anak muda dapat mempelajari cara menggunakan sarung dengan fashionable,” kata Samuel Wattimena, seorang fashion designer dan kurator Festival Sarung Indonesia, dalam peresmian festival ini pada 1 Maret 2019.

    Selain itu, mereka juga tak hanya menjual sarung secara harfiah, yaitu sebagai kain yang dililit pada daerah pinggang ke kaki saja, namun juga menambahkan modifikasi sarung seperti baju, vest dan busana lainnya.

    “Untuk tahap pertama yaitu memperkenalkan sarung kepada anak muda, tidak seluruh pakaian yang ditawarkan berupa sarung. Namun, 30 persen dari sarung yang dijual berupa modifikasi busana,” katanya.

    Baca: NTT Gelar Festival Sarung Tenun, Jangan Pakai Batik

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.