Ini Dampaknya Bila Anda Takut Berstatus Jomblo

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jomblo. hipwee.com

    Ilustrasi jomblo. hipwee.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak orang takut atau merasa cemas dengan status single atau jomblo karena berbagai stigma negatif yang menyertainya. Rasa cemas semakin tinggi ketika Anda mengetahi mantan pasangan sudah mendapatkan pengganti. Dalam kondisi ini, seseorang bisa saja terpicu untuk segera mencari pasangan tanpa mempertimbangkannya secara matang.

    Baca: Lama Menjomblo? Bisa Jadi 5 Sikap Ini Jadi Penyebabnya

    “Dari para klien yang bicara, saya menyadari banyak orang takut menjadi sendirian,” kata Carolin Muller, terapis psikolog daring asal Jerman, kepada media Insider. “Banyak orang yang merasa seperti ini, mereka tidak takut terhadap apapun kecuali menjadi seorang single, seolah itu adalah kasus terburuk yang bisa terjadi,” kata Carolin Muller.

    Carolin Muller mengatakan, banyak orang berpindah dari satu hubungan ke hubungan lainnya hanya karena mereka ketergantungan dengan perasaan nyaman yang didapat dari perhatian orang lain, namun ini berarti mereka mempunyai risiko lebih besar untuk jatuh ke tangan seseorang yang memberi pengaruh buruk.

    “Saya kenal orang-orang termasuk klien saya yang tidak pernah single seumur hidupnya. Dan jika kalian pikirkan, ini adalah ketakutan yang aneh. Pikirkan jika kalian sendiri, tanpa pasangan, ini adalah kesempatan yang baik untuk lebih mengenal diri sendiri dan belajar lebih mencintai diri sendiri,” kata Carolin Muller.

    Padahal Anda tidak perlu terlalu mencemaskan status jomblo. Sebab terlalu bergantung pada hubungan dengan orang lain justru tidak baik bagi kesehatan mental Anda. “Jika Anda mendapatkan semua kepercayaan diri dan harga diri dari apa yang orang lain katakan tentang Anda, maka Anda akan menjadi ketergantungan terhadapnya,” lanjut Carolin Muller.

    Sebagai contoh, Anda pasti senang jika disebut cantik, menyenangkan, dan menakjubkan, tapi jika Anda tidak mengatakan hal yang sama pada diri Anda sendiri, Anda hanya mendapatkan pengakuan dari luar. “Lalu jika pasangan Anda mengkhianati Anda, meninggalkan Anda demi orang lain, atau bahkan meninggal dunia, kekuatan dari pengakuan ini ikut menghilang,” kata Carolin Muller.

    “Anda akan merasa seperti ditarik kembali (dari semua kebaikan yang pernah dikatakan) dan ini adalah perasaan yang buruk. Bukan karena Anda menjadi single yang membuat buruk, tetapi karena Anda bergantung pada pengakuan yang diberikan orang lain tentang diri Anda,” lanjut Carolin Muller.

    Baca: Jomblo Marak, Sekelompok Perempuan Tunisia Minta Poligami

    Bukan berarti Anda tidak boleh berpikir untuk kembali mencari pasangan. Namun tekankan bahwa menjadi jomblo bukanlah akhir dari segalanya. Dengan menjadi jomblo, Anda justru mempunyai kesempatan untuk lebih mengenal diri sendiri dan belajar mencintai diri sendiri tanpa bergantung pada pengakuan orang lain.

    TABLOID BINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.