Porsi Menu Fast Food Kian Meningkat Pada 30 Tahun, Awas Obesitas

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Fast Food atau makanan cepat saji. REUTERS/Joe Tan

    Ilustrasi Fast Food atau makanan cepat saji. REUTERS/Joe Tan

    TEMPO.CO, Jakarta - Ukuran porsi menu makanan cepat saji alias fast food semakin membesar selama 30 tahun terakhir ini. Hal itu sebanding dengan penambahan kandungan kalori dan sodium di dalamnya. Hal itu diterbitkan dalam sebuah studi di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics.

    Baca: Makan Fast Food Habis Olahraga Ternyata Menyehatkan

    Ukuran porsi untuk hidangan pembuka dan makanan penutup meningkat dari dekade ke dekade. Ukuran porsi makanan pembuka naik sekitar 13 gram per dekade, sementara makanan penutup bertambah 24 gram. Ukuran lauk tetap sama.

    Studi membandingkan 10 restoran fast food: Arby’s, Burger King, Carl’s Jr, Dairy Queen, Hardee’s, Jack in the Box, KFC, Long John Silver’s, McDonald’s dan Wendy’s pada 1986, 1991 dan 2016. Hasilnya, kandungan kalori di menu pencuci mulut naik 30 kalori setiap 10 tahun, kandungan kalori menu penutup naik 62 kalori setiap 10 tahun.

    Menu-menu utama juga mengalami kenaikan kandungan sodium sekira 4,6 persen nilai harian per dekade. "Terlepas dari banyaknya pilihan yang ditawarkan di restoran cepat saji, beberapa di antaranya lebih sehat daripada yang lain. Kalori, ukuran porsi, dan kandungan natrium secara keseluruhan telah memburuk (meningkat) dari waktu ke waktu dan tetap tinggi," kata Megan McCroy, peneliti utama studi tersebut, Time, Minggu 3 Maret 2019.

    Pelanggan juga ditawari lebih banyak pilihan menu selama periode penelitian ini. Jumlah makanan pembuka, makanan pendamping dan makanan penutup meningkat 226 persen, yang menyebabkan peningkatan sekitar 22,9 item menu per tahun, kata studi tersebut.

    Rata-rata, penelitian ini menunjukkan bahwa item menu baru sangat tidak sehat karena hidangan pembuka yang tersedia selama tiga tahun tidak memiliki peningkatan natrium, energi, atau ukuran porsi yang besar. McCroy mengatakan bahwa dia dan penulis studi merasa bahwa beberapa perubahan kebijakan, seperti persyaratan untuk restoran fast food untuk menampilkan konten kalori, adalah langkah ke arah yang benar.

    Baca: Perlu Aturan Iklan Mainan di Resto Fast Food

    Namun mereka mengatakan restoran fast food harus mulai membuat penyesuaian yang lebih besar untuk mempromosikan makan yang lebih sehat, seperti mengurangi ukuran porsi. Hal ini agar masyarakat lebih waspada untuk menghindari obesitas yang bisa berdampak pada berbagai penyakit. 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekam Jejak Sembilan Anggota Pansel KPK

    Presiden Joko Widodo memilih sembilan nama anggota Panitia Seleksi Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel KPK, Jumat, 17 Mei 2019.