Hari Musik Nasional: Musik Bisa Membantu Diet, Yakin?

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mendengarkan musik dalam perjalanan dapat mengusir rasa bosan.

    Mendengarkan musik dalam perjalanan dapat mengusir rasa bosan.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pada 9 Maret masyarakat Indonesia merayakan Hari Musik Nasional. Ucapan sebagai bentuk apresiasi terhadap hari tersebut pun dilontarkan berbagai tokoh masyarakat. Tak heran, tagar Hari Musik Nasional pun sempat menduduki peringkat keempat di trending Twitter Indonesia.

    Baca: Hari Musik Nasional, Tompi Rajin Ajarkan Musik ke Anak

    Untuk ikut serta dalam menyambut hari tersebut, berikut adalah enam manfaat mendengarkan musik seperti yang dilansir dari Washington Post dan Life Hack.

    1. Membuat hati senang
    Valorie Salimpoor, seorang ilmuwan saraf di Universitas McGill menunjukan hubungan antara mendengarkan musik dan kebahagiaan. Menurut penelitian yang dibuatnya, mendengar musik yang Anda sukai selama 15 menit dapat melepaskan dopamin di otak. Ini merupakan zat kimia dalam tubuh yang memunculkan rasa bahagia, gembira dan sukacita.

    2. Mempercepat kemampuan berlari
    Marcelo Bigliassi dan ilmuwan lainnya menemukan bahwa pelari yang mendengarkan musik yang menginspirasi dengan irama cepat maupun lambat, dapat menyelesaikan 800 meter pertama lari mereka lebih cepat daripada pelari yang mendengarkan musik tenang atau berlari tanpa musik. Oleh karena itu, jika Anda ingin meningkatkan kecepatan berlari, dengarkan lagu-lagu yang menginspirasi Anda.

    Stan Lee mendengarkan musik klasiik saat adegan pertarungan Spider-Man and The Lizard dalam film The Amazing Spider-Man pada 2012. Legenda komik Marvel, Stan Lee meninggal dunia di usianya ke-95 tahun. youtube.com

    3. Mengurangi stres
    Mendengarkan musik dapat mengurangi kadar hormon stres, kortisol dalam tubuh Anda. Ini adalah temuan penting karena stres menyebabkan 60 persen dari semua penyakit yang dialami manusia. Satu studi menunjukkan bahwa jika orang secara aktif berpartisipasi dalam membuat musik dengan memainkan berbagai instrumen perkusi dan menyanyi, sistem kekebalan tubuh mereka akan lebih tinggi dibandingkan dengan pendengar pasif.

    4. Mempercepat tidur
    Lebih dari 30 persen orang Amerika menderita insomnia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mendengarkan musik klasik selama 45 menit sebelum tidur, akan secara signifikan lebih cepat tidur daripada siswa yang mendengarkan buku audio atau tidak melakukan apa pun yang berbeda dari rutinitas normal mereka. Jika Anda sulit tidur, cobalah mendengarkan Bach atau Mozart.

    5. Membantu diet
    Penelitian di Georgia Tech University menunjukkan bahwa meredupkan pencahayaan dan mendengarkan musik saat makan akan memaksa Anda untuk mengkonsumsi lebih sedikit kalori. Selain itu, hal ini juga dipercaya dapat menambah nikmat makanan yang mereka makan. Jika Anda mencari cara untuk mengekang nafsu makan, cobalah meredupkan lampu dan mendengarkan musik lembut saat Anda akan menyantap makanan.

    6. Mencegah ganggunan pendengaran
    Musik mungkin tidak dapat menyembuhkan gangguan pendengaran, tetapi musik dapat membantu mencegahnya. Sebuah studi terhadap 163 orang dewasa, 74 di antaranya musisi, mengambil serangkaian tes pendengaran. Hasilnya para musisi mendengarkan suara lebih baik daripada mereka yang bukan non-musisi, bahkan dengan kesenjangan usia yang jauh.

    Baca: Hari Musik Nasional, Raisa Ingin Musik Indonesia Makin Berwarna

    "Seorang musisi berusia 70 tahun dapat memahami pidato di lingkungan yang bising lebih baik dari non-musisi yang berusia 50 tahun," ujar Linda Searling.

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | WASHINGTONPOST | LIFEHACK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.