Edukasi Para Pengusaha Kuliner, Tempo Kolaborasi dengan Foodizz

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Tempo Media Group Toriq Hadad memberikan sambutan

    Direktur Utama Tempo Media Group Toriq Hadad memberikan sambutan

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Info Media Digital (Tempo.co) melakukan investasi di Foodizz.id, perusahaan edukasi untuk pengusaha kuliner. Ini adalah platform edukasi online dan offline untuk para pengusaha kuliner dan memiliki anggota lebih dari 18 ribu orang.

    Baca: Tempo Jalin Kerja Sama dengan Singapore Airlines

    “Tempo.co dan Foodizz memiliki kesamaan, yakni edukasi masyarakat,” kata Toriq Hadad, Direktur Utama Tempo Media Group, di seminar “Indonesian Foodpreneur: Saatnya Menjadi Raja Kuliner di Negeri Sendiri dan Go Global” sekaligus penandatanganan MOU Tempo dan Foodizz di Jakarta, 14 Maret 2019.

    Ia mengatakan bahwa berdasarkan pengalamannya, ada sebuah warung yang harus ditutup, karena manajemen keuangan warungnya yang kurang baik. “Dulu di dekat kantor ada warung yang saya suka. Rupanya dia pindah karena uang sewa yang semakin mahal. Dengan edukasi bersama Foodizz, saya percaya hal-hal seperti ini dapat diatasi,” kata Toriq.

    Selain itu, Toriq juga mengatakan bahwa kuliner merupakan bidang yang menarik. Ia berharap agar melalui Foodizz, masyarakat dapat melepaskan kebiasaan kuliner yang terkesan kuno dan dilambangkan dengan ibu-ibu. “Para pebisnis harusnya menyadari bahwa saat ini, generasi milenial menyumbang angka terbesar dalam kemajuan bisnis kuliner. Dipercaya, dalam 5 sampai 6 tahun ke depan, mereka akan menjadi buying power. Jadi memang bisnis ini menjanjikan dan tentunya dipelajari lebih dalam dengan Foodizz,” katanya.

    Fadjar Hutomo Deputi Akses Permodalan Bekraf

    CEO Foodizz Andrew Ryan Sinaga mengatakan ia memilih Tempo karena kredibilitasnya. “Dari sekian banyak media, Tempo merupakan yang paling kredibel. Mereka memberikan berita dengan kebenaran. Saya yakin ini sejalan dengan misi Foodizz untuk menyebarluaskan manfaat yang benar bagi masyarakat,” katanya.

    Andrew menambahkan kerjasama ini saling menguatkan kedua belah, baik Tempo.co dan Foodizz.id. “Tempo.co dan Foodizz.id ingin membantu pengusaha kuliner Indonesia tumbuh besar. Karena berdasarkan survei 90 persen pengusaha kuliner yang baru memulai bisnis mati. Atau kalau hidup selama bertahun-tahun hanya punya 1-3 gerai usaha saja,” kata Andrew.

    Rencananya, kerjasama antara Foodizz dan Tempo tak hanya berupa pendanaan, namun juga pertukaran konten tulisan. Harapannya, informasi tersebut dapat lebih memudahkan pembaca dalam membangun usaha kuliner. “Kami berupaya agar dapat melakukan content exchange dengan desk bisnis di Tempo untuk memberikan informasi yang akurat dan lebih mudah kepada para pengusaha,” kata Andrew.

    Fadjar Hutomo, Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyambut baik kerjasama tersebut. “Terima kasih Tempo.co dan Foodizz.id. Mari sama-sama berkolaborasi untuk kemajuan pengusaha kuliner Indonesia,” katanya.

    Foodizz.id startup edukasi bisnis kuliner telah setahun berdiri. Januari 2019 baru saja meluncurkan Program Online Class, dengan brand name “Foodizz Class” dan berhasil meraih 2,5 ribu lebih pengguna dan 250 lebih pengguna berbayar hanya dalam waktu 30 hari setelah peluncuran. 

    Bersama Tempo.co,  kata Andrew, Foodizz.Id akan meningkatkan pelayanan dan fasilitas sehingga Foodizz.id dapat menjadi platform edukasi nomor satu bagi pebisnis Kuliner Indonesia, yang saat ini berjumlah 5,6 juta orang di seluruh Indonesia.

    Baca: Tempo Media dan Universitas Gunadarma Jalin Kerja Sama

    Rex Marindo, pendiri PT Cipta Rasa Prima (Warunk Upnormal, Bakso Boedjangan dan lain-lain) mengatakan, “Pengetahuan  itu penting sekali untuk mengembangkan bisnis. Di bisnis kuliner yang teroenting bukan cuma tahu cara masak makanan enak,” kata Rex yang berbicara di acara seminar bisnis kuliner itu. Dia berharap dengan kehadiran Foodizz.id dan kerjasama dengan Tempo.co akan lahir pengusaha-pengusaha kuliner kelas dunia dari Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.