Minggu, 15 September 2019

Bisnis Kuliner, Jangan Anggap Enteng Kekuatan Foto Makanan

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto makanan yang diposting Anthony Ginting di akun media sosialnya, Instagram. Foto/Instagram/sinisukanthony

    Foto makanan yang diposting Anthony Ginting di akun media sosialnya, Instagram. Foto/Instagram/sinisukanthony

    TEMPO.CO, Jakarta - Di era modern ini, platform sosial media telah menjadi konsumsi para millenial. Tak heran, ajang promosi dalam bidang kuliner pun juga ikut meramaikan sosial media. Menurut founder Beau, Talita Setyadi, foto makanan di akun sosial media merupakan salah satu cara ampuh untuk menggaet pengunjung untuk mencobanya.

    Baca: Syahrini Menikah, Ini Foto Akrab Syahrini dan Luna Maya

    Nah, bagi Anda yang ingin melakukan promosi serupa, Talita membagikan beberapa tips utama agar promosi tersebut menjadi efektif. Menurutnya, hal pertama yang harus diperhatikan jika akan mengunggah foto makanan adalah segi plating atau penataannya. “Banyak usaha kuliner yang kurang memperhatikan detail plating. Ada yang peletakan garnish-nya atau komponen lain yang terlihat berantakan dan tidak rapi. Ini harus menjadi fokus utama karena tujuannya adalah memikat customer,” katanya dalam acara BizTalk Indonesian Foodpreneur di Ruang dan Tempo, Jakarta Selatan, pada 14 Maret 2019.

    Latar belakang, letak foto dan pencahayaan foto juga sangat penting. Talita menyebut bahwa ada beberapa pengusaha kuliner yang memilih latar belakang ala kadarnya seperti lantai rumah. Lebih dari itu, pengambilan gambarnya terbilang kurang presisi dan pencahayaannya pun tak baik. “Kalau usaha Anda low budget, artinya Anda akan memaksimalkan tenaga Anda dibandingkan dengan membayar jasa fotografer. Sangat penting untuk memperhatikan latar belakang, kepresisian foto dan pencahayaan,” katanya.

    Sebagai saran, Talita mengatakan bahwa dalam hal latar belakang, para pengusaha dapat memilih sesuai tema atau warna polos agar lebih menonjolkan makanan yang ditawarkan. “Kalau untuk pencahayaan, cahaya alami bisa melalui ruang terbuka atau sorotan lampu,” katanya.

    Baca: Luna Maya Tidak Perlu Hapus Foto dengan Reino Barack, Setuju?

    Talita juga mengatakan bahwa fokus anak muda saat ini adalah nongkrong. Sehingga, menunjukkan menu makanan yang menggugah selera pun sudah dinilai cukup untuk menarik mereka datang. “Cita rasa saya yakin nomor dua. Karena sekarang kan fokus anak muda adalah nongkrong, asalkan dari tampilan sudah menarik, pasti mereka tertarik. Tapi memang kalau bisa makanan dan tampilan sama-sama oke agar repeat order,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.