Jadi Dono Warkop, Aliando Syarief Pernah Jalani Diet Ekstrem

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aliando Syarief. TABLOIDBINTANG.COM

    Aliando Syarief. TABLOIDBINTANG.COM

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Aliando Syarief kembali menjadi perbincangan publik setelah perannya sebagai Dono Warkop muncul dalam trailer Warkop DKI Reborn 3. Pujian atas pendalaman karakternya dari para penggemar pun terus mengalir. Namun, ketika diusik tentang gaya hidupnya, Aliando rupanya mengaku bahwa ia bukan panutan yang baik.

    BacaMakin Matang, Ini Karier Aliando Syarief Sebelum jadi Dono Warkop

    “Jika ditanya tentang gaya hidup dan kesehatan, saya bukanlah panutan yang baik,” kata aktor yang juga pernah main dalam sinetron Ganteng Ganteng Serigala ini kepada TEMPO.CO, di Gedung TEMPO, Jakarta, beberapa waktu lalu.

    Dulu, berat badan Aliando Syarief sempat turun drastis hingga 20 kilogram. Menurutnya, hal ini terjadi lantaran pola diet yang salah dan aktivitasnya yang padat.

    “Saat itu, saya diet ekstrem. Dalam waktu satu bulan, saya hanya makan karbohidrat sekali. Sisanya buah dan air putih. Di sinetron Ganteng Ganteng Serigala juga aktingnya lari-lari sehingga banyak mengeluarkan keringat,” kata Aliando.

    Diet ekstrem dilakukan Aliando dengan tujuan meraih postur tubuh yang ideal. Akibatnya, ia sering keluar masuk rumah sakit.

    “(Berat) saya dulu 90-an kilogram, makanya diet ekstrem. Tapi hasilnya malah keluar masuk rumah sakit. Makanya, hal ini tidak patut untuk dijadikan contoh. Khususnya anak muda yang ingin menurunkan berat badan,” kata aktor yang kini berfokus di karier film ini.

    Aliando menyarankan, turunnya berat badan harus dipadani dengan menjaga pola makan dan olahraga yang baik.

    “Satu-satunya cara terbaik untuk menurunkan berat badan ya, diet yang benar  dan jangan lupa olahraga,” kata Aliando Syarief.

    BacaPrioritaskan Karier, Ini Kiat Aliando Syarief

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.