Pernah Coba Jus Lidah Buaya? Intip Manfaatnya untuk Kesehatan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi lidah buaya. (Pixabay.com)

    Ilustrasi lidah buaya. (Pixabay.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Lidah buaya pertama kali digunakan untuk kesehatan sejak zaman Mesir kuno. Lidah buaya banyak bermanfaat untuk produk kosmetik, termasuk sabun dan sampo. Namun, Anda mungkin tak menyadari bahwa lidah buaya yang dikonsumsi dengan bentuk jus secara teratur, dapat mengobati sejumlah masalah kesehatan.

    Baca10 Khasiat Gel Lidah Buaya dari Ujung Rambut sampai Kaki

    Situs Health Line menuliskan bahwa meminum jus lidah buaya setiap hari dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan dapat meningkatkan kekuatan tulang serta penyembuhan sendi. Selain itu, jus lidah buaya ini juga dapat membantu tubuh mengatur gula darah dan mencegah masalah pencernaan, seperti sembelit.

    Namun, penemuan paling signifikan dari jus lidah buaya adalah jumlah sifat anti-bakteri dan anti-jamurnya. Melansir dari situs Medical News Today, sifat tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi, virus dan penyakit. Lebih dari itu, jus lidah buaya juga dapat merangsang metabolisme, yang akan membantu Anda membakar kalori dan lemak.

    Kelebihan ini membuat tingkat gula darah lebih stabil, sehingga dapat mengurangi rasa lapar. Jus lidah buaya juga dipercaya mengandung tingkat protein kolagen yang tinggi. Hanya saja, hati-hati bagi yang memiliki alergi terhadap lidah buaya.

    Anda bisa mengalami reaksi alergi, mual, atau dermatitis. Efek samping ini biasanya terjadi ketika meminum jus lidah buaya secara berlebihan. Oleh karena itu, konsumsi secara tepat agar mendapat manfaat.

    BacaAtasi Jerawat dengan Lidah Buaya, Intip Resepnya

    SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | HEALTHLINE | MEDICALNEWSTODAY



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.