Sering Minum Teh Panas Meningkatkan Risiko Kanker Kerongkongan

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

    Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Senang minum teh dalam keadaan panas? Sebaiknya Anda mulai waspada. Sebuah penelitian menemukan bahwa meminum teh panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

    BacaJahatnya Sel Kanker, Suka Merampas Gizi dan Kekebalan Tubuh

    Dikutip dari Web MD, studi ini menyebutkan bahwa orang yang sering meminum teh dengan suhu di atas 75 derajat Celcius sebanyak 700 mililiter atau sekitar dua cangkir besar, memiliki risiko menderita kanker esophagus atau kerongkongan 90 persen lebih tinggi daripada yang meminum dalam suhu dingin.

    Tapi, menunggu setidaknya empat menit sebelum minum secangkir teh yang baru diseduh air panas dapat mengurangi risiko kanker yang timbul dari kerongkongan.

    "Banyak orang menikmati minum teh, kopi, atau minuman panas lainnya. Namun, menurut laporan kami, minum teh yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan. Oleh karena itu, disarankan untuk menunggu sampai minuman panas dingin sebelum minum, " kata penulis utama Farhad Islami dari American Cancer Society.

    Hasil penelitian ini ternyata tidak hanya berlaku untuk teh, tapi juga minuman panas lainnya seperti kopi dan cokelat.

    Kanker kerongkongan menjadi kanker kedelapan paling umum di dunia. Menurut berbagai sumber, kanker ini mempengaruhi lebih banyak pria daripada wanita.

    Pada 2016, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan risiko kanker yang terkait dengan minuman di atas 65 derajat Celcius. Para ilmuwan meyakini, air panas mengiritasi lapisan mulut dan tenggorokan yang dapat memicu tumor.

    BacaUcapan SBY Ini Bangkitkan Semangat Ani Yudhoyono Lawan Kanker

    WEBMD | TIMES OF INDIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekam Jejak Sembilan Anggota Pansel KPK

    Presiden Joko Widodo memilih sembilan nama anggota Panitia Seleksi Calon Pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel KPK, Jumat, 17 Mei 2019.